NTT Masih Hadapi Tantangan SDM, Komisi X DPR RI Ungkap Kesenjangan Pendidikan

  • 23 Apr 2026 19:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, menyatakan NTT masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia, meskipun terdapat tren perbaikan. Hal ini disampaikan Hardian Ifani pada saat pertemuan bersama Gubernur dan Wakil Gubenur NTT di Ruang Rapat Gubernur, Rabu 22 April 2026.

Ia mengungkapkan kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, khususnya di kawasan kepulauan seperti Sumba, masih cukup signifikan. Berdasarkan data tahun 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) di NTT mencapai 13,34 tahun, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) baru 8,22 tahun, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 9,07 tahun.

“Artinya, anak-anak di NTT secara rata-rata kehilangan hampir satu tahun masa belajar dibandingkan daerah lain,” katanya.

Di bidang literasi, NTT mencatatkan skor Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi di Indonesia sebesar 62,05. Namun, kondisi tersebut belum sejalan dengan kemampuan literasi dasar siswa. Lebih dari 25 persen siswa SMA masih berada dalam kategori literasi rendah, dan hanya sekitar 24,7 persen sekolah yang memiliki pengelolaan literasi yang baik.

Hardian menegaskan jika kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengawal berbagai isu strategis, termasuk revitalisasi sekolah, evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK), implementasi pendidikan dasar tanpa biaya, serta sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Selain itu, perhatian juga diberikan pada sektor kebudayaan, riset, inovasi, serta pemuda dan olahraga.

Terkait olahraga, Komisi X menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTT. “Keberhasilan PON harus mencakup enam aspek, mulai dari administrasi hingga dampak pasca-event,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, di kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat, khususnya dalam peningkatan sarana prasarana pendidikan dan kesejahteraan guru, termasuk tenaga PPPK paruh waktu.

Pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pendidikan Tahun Anggaran 2026 untuk Provinsi NTT sebesar Rp1,06 triliun. Kunjungan kerja ini dihadiri sejumlah anggota Komisi X DPR RI, di antaranya Himmatul Aliyah, Ashraff Abu, Juliyatmono, Ruby Chairani Syiffadia, Andi Muawiyah Ramly, Ledia Hanifa, Muhammad Hoerudin Amin, dan Anita Jacoba Gah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....