Flores Timur Hadapi Lima Status Darurat Bencana Aktif
- 23 Apr 2026 09:29 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyebut daerahnya kini berada dalam situasi kompleks dengan lima status tanggap darurat aktif. Kondisi tersebut meliputi erupsi Gunung Lewotobi banjir lahar dingin cuaca ekstrem bencana sosial serta gempa bumi yang terjadi bersamaan.
Situasi ini menempatkan Flores Timur sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai ancaman bencana yang berulang. Menurutnya kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius serta langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai potensi risiko bencana.
Doni Dihen menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan karena keterbatasan kemampuan prediksi bencana yang belum mampu memberikan kepastian waktu berakhir. Ia menyebut pendekatan ilmiah dan teknologi hingga kini belum sepenuhnya mampu menentukan kapan sebuah bencana benar benar akan berakhir.
Hal itu disampaikan saat membuka Lokakarya Rencana Kerja Tahunan 2026 bersama Catholic Relief Service dan pemerintah daerah di Larantuka. Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Sunrise Larantuka pada Rabu 22 April 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Lokakarya ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Flores Timur sedang menghadapi berbagai ancaman bencana secara bersamaan dalam satu waktu.
Bupati Dihen juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Catholic Relief Service dalam mendukung program kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut. Program yang dijalankan antara lain pembentukan desa siaga bencana serta berbagai kegiatan strategis lain yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Di sisi lain pemerintah daerah terus mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi terutama penyediaan hunian tetap bagi warga terdampak. Pada tahun 2026 direncanakan pembangunan 244 unit rumah di lokasi Todo Desa Lewolaga dengan luas area sekitar 26 hektar.
Proses administrasi pengadaan lahan ditargetkan rampung pada Mei hingga Juni sebelum diserahkan kepada pemerintah pusat untuk tahap pembangunan. Selain itu pemerintah daerah juga mengupayakan penyediaan lahan tambahan sekitar 100 hektar untuk pembangunan hunian tetap di lokasi lainnya.
Bupati menekankan kepastian lokasi hunian tetap sangat penting bagi pengungsi serta pemerintah dalam merancang program lanjutan dan pemulihan ekonomi. Ia berharap tahun depan persoalan hunian tetap dapat diselesaikan sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.
Dalam kesempatan tersebut ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Flores Timur. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah pusat pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat seperti CRS dan YPPS sebagai mitra strategis.
Untuk program pemberdayaan ekonomi pemerintah merencanakan intervensi lebih terarah mulai 2027 dengan fokus pada sektor pertanian dan kelompok perempuan. Selain itu tenaga kerja muda akan difasilitasi mengakses peluang kerja di luar negeri melalui skema kerja sama yang tersedia.
Bupati berharap lokakarya ini mampu menghasilkan perencanaan yang matang dan berdampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana di daerahnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan OPD mitra kerja serta perwakilan lembaga yang berkomitmen mendukung upaya pemulihan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....