Bulog Ende Serap Beras Lokal, Stabilkan Harga

  • 23 Apr 2026 06:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Perum Bulog Cabang Ende terus mengintensifkan penyerapan beras petani lokal guna memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. Langkah ini dinilai strategis di tengah dinamika produksi pangan yang mulai meningkat menjelang musim panen.

Kepala Perum Bulog Cabang Ende, Arlan Emthi Heo, menegaskan komitmen tersebut saat diwawancarai RRI pada Senin, 20 April 2026, di Ende. Ia menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya konkret mendukung ketahanan pangan nasional di daerah.

Menurut Arlan, pada tahun 2026 pihaknya memfokuskan penyerapan pada beras milik petani lokal. Kebijakan ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden yang menekankan pentingnya swasembada pangan nasional.

Ia menambahkan, Bulog memiliki kewajiban untuk tetap hadir sebagai pembeli utama hasil produksi petani. Dengan demikian, petani tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga yang kerap merugikan mereka saat panen raya.

Dalam pelaksanaannya, Bulog menetapkan harga pembelian sesuai ketentuan pemerintah. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025, harga beras ditetapkan Rp12.000 per kilogram dan gabah Rp6.500 per kilogram.

Arlan menjelaskan bahwa kepastian harga ini diharapkan mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi petani. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi instrumen untuk menekan gejolak harga di tingkat konsumen.

Sepanjang tahun 2025, Bulog Cabang Ende telah menyerap sekitar 61 ton beras dari petani lokal. Capaian ini menjadi pijakan untuk meningkatkan serapan pada tahun berikutnya.

Memasuki tahun 2026, musim panen diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Juni. Momentum ini akan dimanfaatkan Bulog untuk mengoptimalkan penyerapan produksi petani.

Untuk tahun ini, Bulog Cabang Ende menargetkan mampu menyerap hingga 175 ton beras dari petani lokal di Kabupaten Ende. Target tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan sekaligus mendorong stabilitas ekonomi petani di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....