Kendala Geografis Hambat Layanan Kesehatan Jiwa di Ende

  • 22 Apr 2026 22:14 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Kondisi geografis yang sulit, medan berat, dan akses jalan rusak menghambat layanan kesehatan jiwa bagi ODGJ di desa terpencil.
  • Terjadi kasus putus obat pada pasien di wilayah pelosok yang memicu penurunan kondisi mental hingga risiko perilaku agresif.
  • Usulan penyediaan sarana transportasi khusus dan penerapan sistem "jemput bola" untuk menjangkau pasien yang terisolasi secara fisik.
  • Distribusi obat yang merata ke pelosok merupakan prasyarat utama untuk keberhasilan program pemberantasan pasung di Kabupaten Ende.
  • Pentingnya kolaborasi antara Puskesmas Keliling, relawan, dan perangkat desa dalam pendataan serta pelayanan pasien yang belum tersentuh medis.

RRI. CO. ID, Ende – Akses layanan kesehatan bagi ODGJ di pelosok Ende masih terkendala kondisi geografis sulit. Banyak pasien di desa terpencil belum mendapatkan penanganan medis memadai karena jarak fasilitas.

Relawan KKI sering menempuh perjalanan jauh dan medan berat untuk menjangkau lokasi para pasien. Kondisi jalan rusak menjadi tantangan dalam menyalurkan bantuan makanan dan obat bagi mereka.

Pater Avent Saur menyebut hambatan akses ini sering memicu terjadinya kasus putus obat pasien. Akibatnya kondisi kesehatan mental pasien kembali menurun dan berisiko tinggi menjadi agresif kembali, Ucap Pater Avent Kepada RRI Jumat, 17 April 2026.

Pemerintah diharapkan menyediakan sarana transportasi khusus mempermudah mobilisasi tim kesehatan jiwa ke desa. Pendekatan jemput bola sangat diperlukan untuk menjangkau pasien yang terisolasi secara fisik sekarang, Kata Pater Avent.

Distribusi obat yang merata hingga ke pelosok harus menjadi prioritas utama kebijakan kesehatan daerah. Tanpa akses mudah, upaya pemberantasan pasung di Kabupaten Ende akan sulit dicapai maksimal, Ujar Pater Avent.

Petugas Puskesmas keliling diharapkan juga memberikan perhatian khusus pada penderita gangguan jiwa di pelosok. Penanganan medis harus mampu menjangkau setiap warga tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka.

Kerjasama dengan perangkat desa diperlukan untuk mendata pasien jiwa yang belum tersentuh layanan medis. Sinergi ini akan mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan jiwa di seluruh wilayah Kabupaten Ende, Tutup Pater.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....