Penyaluran Tunjangan Guru ASN Manggarai Raya-Ngada Tembus Rp102 Miliar

  • 22 Apr 2026 11:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Pembayaran tunjangan bagi Guru ASN Daerah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada dan Kabupaten Ngada pada Triwulan I tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Hingga Maret 2026, total penyaluran mencapai Rp102,99 miliar yang diterima oleh 9.718 guru dan meningkat sebesar 12,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp91,15 miliar.

Kepala KPPN Ruteng, Akhmad Zainuddin, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesejahteraan guru tetap terjaga. “Penyaluran tunjangan ini kami dorong agar tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan para guru,” ujarnya.

Secara rinci, penyaluran terbesar terjadi di Kabupaten Manggarai sebesar Rp30,34 miliar untuk 2.751 penerima. Disusul Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp27,69 miliar kepada 2.665 penerima, Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp25,69 miliar kepada 2.521 penerima, serta Kabupaten Ngada sebesar Rp19,27 miliar untuk 1.781 penerima.

Tunjangan Guru ASN Daerah terdiri dari tiga jenis, yakni Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil), dan Tunjangan Khusus Guru (TKG). Sejak Januari 2025, seluruh tunjangan tersebut disalurkan langsung dari Rekening Kas Umum Negara ke rekening masing-masing penerima guna memastikan ketepatan waktu penyaluran.

Lebih lanjut, Akhmad menambahkan, TPG diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, Tamsil bagi guru ASN yang belum tersertifikasi, sementara TKG diperuntukkan bagi guru yang bertugas di daerah khusus, seperti wilayah terpencil atau daerah dengan keterbatasan tenaga pendidik.

Sementara itu, pada Triwulan I 2026, realisasi pembayaran terdiri dari TPG sebesar Rp91,64 miliar kepada 8.454 penerima, Tamsil sebesar Rp74,25 juta kepada 105 penerima, serta TKG sebesar Rp11,28 miliar kepada 1.159 penerima. Mekanisme penyaluran langsung ini di satu sisi mempercepat penerimaan hak para guru, namun di sisi lain masih menghadapi tantangan berupa potensi retur pembayaran.

Akhmad menyebutkan, retur umumnya disebabkan oleh rekening tidak aktif atau diblokir, kesalahan nomor rekening, hingga belum adanya konfirmasi dari pihak bank. Pada tahun 2025, jumlah retur tercatat sebanyak 115 dari 36.270 transaksi atau sebesar 0,32 persen. Sementara hingga Maret 2026, retur tercatat sebanyak 33 dari 9.718 transaksi.

Meski secara persentase masih tergolong kecil, jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh tingginya retur pada akhir tahun 2025.

Menanggapi hal tersebut, Akhmad menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan. “Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan perbankan untuk menekan potensi retur serta mempercepat penyelesaiannya,” katanya.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan penyaluran tunjangan, baik TPG, Tamsil, maupun TKG, dapat berjalan lebih optimal sehingga para guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” dapat segera menerima haknya dan merasakan manfaatnya secara langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....