Peran Strategis BLM STIPAR Ende Dibahas di CLBK

  • 22 Apr 2026 09:51 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • CLBK RRI Pro 2 Ende menghadirkan Ketua BLM STIPAR Ende sebagai narasumber
  • BLM memiliki tiga fungsi utama: legislasi, pengawasan, dan aspirasi
  • Pengawasan program BEM menjadi tantangan karena memicu dinamika
  • Tradisi batik Kamis dan nilai spiritual jadi identitas kampus
  • Mahasiswa diajak aktif berorganisasi untuk pengembangan diri

RRI.CO.ID, Ende - Program CLBK (Cerita Langsung Bersama Komunitas) di RRI Pro 2 Ende kembali menghadirkan ruang dialog inspiratif bagi anak muda, Minggu, 22 Maret 2026. Dialog inspiratif ini menghadirkan Andreas Gerson D. Putra, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Ende sebagai narasumber utama.

Dalam perbincangan tersebut, Gerson mengulas secara rinci peran dan fungsi BLM di lingkungan kampus. Ia menyebutkan bahwa BLM memiliki tiga fungsi utama yakni legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi mahasiswa.

Pada fungsi legislasi, BLM bertugas merancang aturan internal yang menjadi pedoman organisasi mahasiswa, termasuk BEM dan BLM sendiri. Sementara dalam fungsi pengawasan, BLM memantau pelaksanaan program kerja BEM yang kerap memunculkan dinamika serta perbedaan pandangan.

Gerson mengakui bahwa fungsi pengawasan menjadi tantangan tersendiri karena sering memicu pro dan kontra dalam forum evaluasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas organisasi mahasiswa.

Selain itu, BLM juga berperan sebagai penampung aspirasi mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik. Aspirasi tersebut kemudian ditelaah dan diteruskan kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti secara konkret.

Dalam konteks kehidupan kampus, Gerson juga menyoroti tradisi unik di STIPAR Ende, yakni kewajiban mengenakan batik setiap hari Kamis. Ia menambahkan bahwa sebagai kampus berbasis Katolik, nilai spiritual tetap dijaga dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk kebiasaan mengawali rapat dengan doa.

Menutup perbincangan, Gerson mengajak mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap organisasi kampus. Ia menilai keterlibatan dalam organisasi dapat melatih kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberikan pengalaman yang tidak diperoleh di ruang kelas formal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....