Pemkab Ende Dorong GENTING Cegah Stunting Secara Kolaboratif
- 21 Apr 2026 15:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar pertemuan koordinasi dan sosialisasi pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Gabriel Dala, di Ruang Garuda Kantor Bupati Ende, Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam intervensi stunting.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Berencana Ende, dr. Heny Ratnawati, dalam laporannya menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat. Hal ini dinilai krusial untuk membantu keluarga miskin yang berisiko mengalami stunting.
Ia menjelaskan bahwa program GENTING merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang menjadi sasaran intervensi stunting.
Menurutnya, tujuan sosialisasi ini adalah untuk mempromosikan serta menggalang partisipasi berbagai elemen masyarakat agar berkontribusi dalam program tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi terkait mekanisme distribusi bantuan serta sistem pencatatan dan pelaporan GENTING.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan unsur DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan lembaga, LSM, pihak swasta, perguruan tinggi, organisasi lainnya, serta media. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dalam mencegah stunting, terutama melalui dukungan orang tua asuh kepada sasaran program. Pendampingan dan pemantauan kesehatan selama 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fokus utama intervensi.
Sementara itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt. Sekda menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Ia menyebut stunting sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Bupati menilai Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan generasi sehat tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kerja bersama.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan komitmen bahwa tidak ada anak Ende yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Komitmen tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan.
Bupati menambahkan bahwa koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan sangat penting dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan seiring untuk mencapai hasil yang signifikan.
Ia menegaskan kegiatan ini harus menjadi momentum memperkuat komitmen dan memperluas jejaring kerja. Bupati berharap upaya ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada aksi nyata demi mewujudkan Ende yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....