Ende Perkuat Hortikultura, Anggaran Naik Signifikan Jadi Rp31 Miliar

  • 21 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Ende

Anggaran Pertanian Ende Naik, Program Nasional Diperkuat

Isi berita:

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah pusat memperkuat pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Ende melalui tambahan anggaran sebesar Rp9 miliar dari Kementerian Pertanian. Dukungan ini sekaligus menegaskan posisi Ende sebagai salah satu daerah prioritas dalam program strategis nasional berbasis hortikultura.

Tambahan anggaran tersebut melengkapi total alokasi yang kini meningkat menjadi Rp31 miliar, setelah melalui proses evaluasi dan penguatan program dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pertanian 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Ibrahim Dean, menyebut peningkatan anggaran ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan daerah dalam mengembangkan potensi pertanian berbasis lahan kering.

“Ini bukan hanya tambahan anggaran, tetapi penguatan arah pembangunan pertanian di daerah,” ujarnya.

Kehadiran langsung Bupati Ende dalam Rakornas yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dalam mengamankan dukungan tersebut.

Selain itu, Kabupaten Ende juga masuk dalam skema program nasional Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP), yang didukung pendanaan internasional.

Dalam program ini, Ende menjadi salah satu dari tujuh kabupaten di Indonesia yang menerima alokasi infrastruktur pertanian dari total anggaran nasional sebesar Rp1,8 triliun.

Pengembangan hortikultura akan difokuskan pada komoditas jahe dan alpukat masing-masing seluas 200 hektar, dengan dukungan infrastruktur seperti irigasi, jalan tani, alsintan, serta teknologi pertanian modern berbasis smart farming.

Langkah ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Pemerintah Kabupaten Ende juga mengusulkan perluasan lahan jahe di Kecamatan Detusoko sebagai bagian dari strategi ekspansi produksi.

Di sisi lain, program hilirisasi perkebunan turut diperkuat dengan peningkatan anggaran dari Rp4 miliar menjadi Rp11,67 miliar untuk mendukung modernisasi alat pertanian dan peremajaan komoditas.

Dengan dukungan anggaran dan program terintegrasi ini, Ende diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan hortikultura lahan kering di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....