Pelatihan Karakter WBP Rutan Bajawa Libatkan Yayasan Nasional

  • 20 Apr 2026 13:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bajawa menerima kunjungan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia untuk pelatihan karakter warga binaan. Kegiatan tatap muka tersebut berlangsung Senin, 20 April 2026, di aula utama rutan dengan pengawasan ketat petugas pengamanan.

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui surat resmi terkait penguatan moralitas di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan kegiatan menjadi bagian dari strategi pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan secara berkelanjutan dan terarah.

Acara dibuka dengan sambutan dari pihak rutan dan yayasan yang menekankan pentingnya pembinaan karakter dalam proses pemasyarakatan modern. Suasana kegiatan terlihat kondusif dengan partisipasi aktif warga binaan yang mengikuti seluruh rangkaian materi secara antusias.

Kepala Rutan Kelas IIB Bajawa, Panji Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret pembinaan mental warga binaan. Ia menilai pelatihan karakter menjadi elemen penting dalam mendukung proses integrasi sosial setelah masa pidana berakhir.

Panji menegaskan bahwa nilai moral dan etika harus ditanamkan secara konsisten agar perubahan perilaku dapat terjadi secara nyata. Ia berharap materi yang diberikan mampu menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, Pembina Yayasan, Erina Wongso, menjelaskan misi utama kegiatan adalah membangun kembali fondasi moral setiap individu. Ia menyebut keterbatasan sarana tidak menjadi hambatan untuk menyebarkan nilai kebangsaan dan budi pekerti kepada masyarakat.

Menurut Erina, pendekatan yang digunakan dalam pelatihan bersifat interaktif sehingga peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam. Ia juga berharap kerja sama dengan Rutan Bajawa memberikan dampak psikologis positif bagi seluruh warga binaan.

Salah satu warga binaan mengaku materi yang diberikan sangat menyentuh dan memberikan perspektif baru tentang pentingnya perubahan diri. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi motivasi untuk tidak mengulangi kesalahan dan menjalani hidup lebih baik setelah bebas.

Selama kegiatan berlangsung, pengawasan dilakukan secara ketat dan pihak rutan tetap memiliki kewenangan penuh dalam menjaga keamanan. Program ini diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi warga binaan dalam menerapkan nilai kejujuran, disiplin, dan etika.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....