BMKG Imbau Waspada Potensi El Nino di NTT

  • 16 Apr 2026 10:39 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Peluang El Nino 2026 di NTT diperkirakan mencapai 50–60 persen.
  • Istilah “El Nino Godzilla” bukan istilah ilmiah dalam klimatologi.
  • Dampak utama meliputi penurunan curah hujan dan kemarau lebih panjang.
  • ektor terdampak antara lain pertanian, air bersih, dan ketahanan pangan.
  • Mitigasi dilakukan melalui penyesuaian pola tanam dan efisiensi penggunaan air.

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi fenomena El Nino pada 2026. Fenomena ini dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan.

Kepala Stasiun Klimatologi NTT, Rahmatulloh Adji, dalam siaran Pro 1 RRI Ende, Kamis, 16 April 2026, menjelaskan bahwa istilah “El Nino Godzilla” yang beredar di masyarakat bukan merupakan istilah resmi dalam kajian klimatologi. “Dalam BMKG, El Nino diklasifikasikan berdasarkan intensitasnya, yakni lemah, moderat, dan kuat. Istilah El Nino Godzilla tidak dikenal secara ilmiah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan prediksi BMKG, peluang terjadinya El Nino pada 2026 berkisar antara 50 hingga 60 persen. Meski saat ini kondisi iklim masih tergolong netral, masyarakat diminta tetap melakukan langkah antisipasi sejak dini.

Rahmatulloh menjelaskan bahwa El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan, awal musim kemarau yang lebih cepat, serta durasi musim kemarau yang lebih panjang. Untuk wilayah NTT, sebagian besar daerah diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, meskipun waktunya tidak merata di setiap wilayah.

Beberapa wilayah di bagian timur diperkirakan lebih awal mengalami musim kemarau, sementara wilayah seperti Manggarai cenderung lebih lambat. Dampak El Nino diperkirakan akan berpengaruh pada sejumlah sektor, terutama pertanian, ketersediaan air bersih, serta ketahanan pangan masyarakat.

Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah melakukan koordinasi untuk menyiapkan strategi menghadapi potensi tersebut.

Di antaranya melalui penyesuaian pola tanam, penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan, serta pengelolaan sumber daya air secara efisien. Rahmatulloh juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan melakukan langkah-langkah adaptasi, seperti penghematan air, menjaga kesehatan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Yang terpenting adalah kesiapsiagaan sejak dini, sehingga dampak El Nino dapat diminimalkan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....