Humas Polri Perkuat Peran Tangkal Hoaks di Era Digital

  • 15 Apr 2026 13:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta Selatan - Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya. Penegasan ini disampaikan di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi dan berpotensi menyesatkan publik luas.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Rakernis Humas Polri Tahun Anggaran 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 di Hotel Grandhika Jakarta Selatan dengan dihadiri jajaran Humas Polri dari berbagai daerah.

Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa tantangan Humas Polri semakin kompleks seiring meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital. Ia menyebut kecepatan arus informasi saat ini kerap melampaui proses verifikasi sehingga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat luas.

Menurutnya, Humas Polri tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan kebenaran informasi yang diterima masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah potensi konflik akibat penyebaran informasi yang tidak akurat.

Wakapolri menjelaskan bahwa informasi yang salah dapat memicu kepanikan, sedangkan informasi yang benar mampu menciptakan ketenangan di masyarakat. Oleh karena itu, Humas Polri diharapkan hadir sebagai sumber informasi kredibel yang mampu meluruskan berbagai isu berkembang.

Lebih lanjut, Divhumas Polri disebut telah mengembangkan sistem komunikasi modern berbasis teknologi untuk menjawab tantangan era digital. Sistem tersebut mencakup pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi serta merespons isu secara cepat dan tepat.

Kemampuan teknologi tersebut memungkinkan Humas Polri tidak hanya melakukan klarifikasi, tetapi juga mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sejak dini. Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan sebelum informasi yang salah berkembang luas dan berdampak negatif bagi masyarakat.

Wakapolri menegaskan bahwa perang informasi di era digital menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi secara serius oleh institusi Polri. Dalam konteks ini, Humas memegang peran sentral sebagai penjaga stabilitas informasi publik di tengah masyarakat.

Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Humas Polri untuk terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi. Ia berharap Humas Polri dapat menjadi sumber informasi terpercaya yang mampu menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....