Sinode IV Sesi II Keuskupan Ruteng Bahas Arah Pastoral Gereja
- 13 Apr 2026 18:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Keuskupan Ruteng kembali melanjutkan rangkaian Sinode IV Sesi II yang berlangsung di Wae Lengkas, Ruteng, pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama umat dalam merumuskan arah pastoral Gereja yang lebih kontekstual dan misioner di wilayah Manggarai Raya.
Mengusung semangat “Berziarah Bersama dalam Pengharapan – Beriman, Bersaudara, Misioner”, Sinode IV merupakan kelanjutan sekaligus pembaruan dari Sinode III yang telah dijalankan dalam satu dekade terakhir. Fokus utama sinode ini adalah memperkuat persekutuan umat yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif.
Rangkaian Sinode IV terbagi dalam empat sesi, yakni Sesi I yang telah berlangsung pada Januari 2026, Sesi II (13–17 April 2026), Sesi III (1–5 Juni 2026) dengan fokus diakonia sosial-ekologi, serta Sesi IV (4–8 Agustus 2026) terkait manajemen dan pelayanan pastoral. Puncak perayaan Sinode dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.
Ketua Panitia Sinode, RD. Andy Jeramat, menegaskan bahwa Sinode IV menjadi momentum strategis bagi Gereja untuk mempertegas arah pelayanan ke depan. “Sinode ini menjadi ruang bersama untuk merumuskan langkah Gereja yang relevan dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Sesi I sebelumnya, peserta telah melakukan evaluasi terhadap capaian program pastoral sekaligus meneguhkan komitmen menuju Gereja yang sinodal, yakni Gereja yang berjalan bersama dalam tuntunan Yesus Kristus untuk mewartakan Injil.
Memasuki Sesi II, pembahasan difokuskan pada tiga bidang utama, yakni Pewartaan, Pengudusan, dan Persekutuan umat. Dalam bidang Pewartaan, peserta mendalami karya pastoral terkait Kitab Suci, katekese sakramen, katekese umat, hingga pewartaan di era digital.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Sinode IV, RD. Martin Chen, menjelaskan bahwa proses sinode tetap mengedepankan metode 3M. “Metode ini membantu Gereja bertolak dari realitas umat untuk kemudian menilai dan memutuskan arah pastoral,” katanya.
Pada bidang Pengudusan, perhatian diarahkan pada pelayanan sakramen, sakramentali, serta devosi umat. Sedangkan dalam bidang Persekutuan, pembahasan mencakup penguatan Komunitas Basis Gerejawi (KBG), persekutuan stasi, Orang Muda Katolik (OMK), Sekami, serta komunitas rohani lainnya.
Untuk memperkaya refleksi peserta, Sesi II ini juga menghadirkan tiga narasumber, yakni Haryatmoko, Inosensius Sutam, dan Yohanes S. Lon, yang membahas isu pewartaan digital, pengudusan, serta penguatan komunitas basis Gerejawi.
Selain itu, dalam momentum perayaan Paskah bersama, juga akan diluncurkan program Keuskupan Ruteng Sayang Anak di Wae Lengkas. Kegiatan ini turut mengundang unsur pemerintah daerah, termasuk Bupati Manggarai dan Bupati Manggarai Timur.
Dengan terselenggaranya Sinode IV ini, diharapkan arah pastoral Keuskupan Ruteng semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab dinamika kehidupan umat di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....