Akses Wolorega-Rejo Mulai Pulih Pascabencana 21 Hari Terisolasi
- 13 Apr 2026 08:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Akses transportasi menuju Desa Wolorega dan Desa Rejo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mulai pulih secara bertahap setelah terputus selama 21 hari. Keterisolasian itu terjadi akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 20 Maret 2026.
Pemulihan akses dilakukan melalui operasi pembersihan yang digelar Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sikka bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, dengan melibatkan 20 personel yang dipimpin Plt Kepala Pelaksana BPBD Sikka, Petrus Poling Wairmahing.
Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada 579 jiwa di dua desa yang sempat terisolasi total. Aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas warga lumpuh dan hanya mengandalkan jalur pejalan kaki untuk bertahan.
Hasil asesmen lapangan menunjukkan kerusakan terjadi pada ruas jalan sepanjang lebih dari 3 kilometer. Material longsor berupa tanah, pasir, dan batu menutup badan jalan dengan ketebalan mencapai sekitar 30 sentimeter di sejumlah titik.
Selain tertutup material, beberapa bagian jalan juga mengalami kerusakan struktural cukup parah. Badan jalan tergerus dan berlubang sehingga membutuhkan penanganan lanjutan untuk pemulihan permanen.
Dusun Bhana di Desa Wolorega dan Dusun Biji di Desa Rejo menjadi wilayah terdampak paling signifikan. Kedua titik ini diprioritaskan dalam proses pembersihan karena menjadi jalur utama mobilitas warga.
| Baca juga: Sikka Bidik Jadi Tuan Rumah PON 2028 |
Saat ini, sebagian ruas jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua secara terbatas. Namun, kondisi jalan masih belum stabil untuk dilintasi kendaraan roda empat.
“Selama dua minggu kami hanya jalan kaki, sekarang sudah bisa lewat ojek walaupun belum bagus,” ujar Theresia Sue, warga Desa Rejo. Ia menyebut akses terbatas ini sudah sangat membantu aktivitas harian warga.
Sekretaris Desa Wolorega, Petri Selestina Du’a, mengatakan warga sebelumnya telah berupaya membersihkan jalan secara mandiri. Namun keterbatasan alat dan tenaga membuat upaya tersebut belum maksimal.
Penjabat Kepala Desa Rejo, Benyamin Bani, mengungkapkan masih terdapat hambatan di lapangan seperti tiang listrik tumbang yang menutup badan jalan. Pemerintah desa berencana berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat penanganan.
Plt Kalak BPBD Sikka, Petrus Poling Wairmahing, menegaskan bahwa proses penanganan masih berlangsung dan akan dilakukan bertahap. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....