Flores Timur Tetapkan Tanggap Darurat Pascagempa
- 13 Apr 2026 08:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flotim - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan status tanggap darurat bencana selama empat bulan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Penetapan status tanggap darurat berlaku mulai 9 April hingga 8 Juli 2026.
Keputusan ini diambil setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 9 April 2026. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo, mengatakan status tersebut ditetapkan untuk mempercepat penanganan dampak bencana.
“Status tanggap darurat bencana alam gempa bumi berlaku dari tanggal 09 April 2026 sampai dengan 08 Juli 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu 12 April 2026.
Selama masa tanggap darurat, BPBD Flores Timur memfokuskan penanganan pada pendistribusian bantuan logistik, tenda, dan alas tidur bagi para pengungsi, serta melakukan pendataan kerusakan akibat gempa.
“Fokus kami saat ini pemberian bantuan bagi warga yang terdampak dan sedang mengungsi, baik yang mengungsi secara mandiri di rumah warga maupun di lokasi desa masing-masing,” kata Maria.
Namun demikian, distribusi bantuan masih terbatas. Persediaan logistik di gudang BPBD dilaporkan mulai menipis sehingga belum semua pengungsi dapat terlayani.
BPBD juga masih mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Kebutuhan tersebut meliputi air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, bahan kebutuhan pokok, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, kursi roda, serta popok dewasa.
“Kebutuhan yang mendesak itu air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, kursi roda dan pampers dewasa,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan sebanyak 1.659 warga mengungsi, baik di rumah kerabat maupun di lokasi pengungsian yang tersebar di sepuluh desa terdampak. Jumlah warga terdampak meningkat dari sebelumnya 285 kepala keluarga atau 1.313 jiwa menjadi 371 kepala keluarga atau 1.659 jiwa.
Sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami luka ringan. Sementara itu, kerusakan akibat gempa tercatat mencapai 343 bangunan, terdiri dari 332 rumah warga dan 11 fasilitas umum.
Sepuluh desa terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni tujuh desa di Kecamatan Adonara Timur meliputi Desa Terong, Lamahala Jaya, Karing Lamalouk, Dawataa, Ipi Ebang, Desa Bilal, dan Kelurahan Waiwerang Kota. Sedangkan tiga desa lainnya berada di Kecamatan Solor Timur, yakni Desa Moton Wutun, Watobuku, dan Labelen.
Desa Terong dan Lamahala Jaya menjadi wilayah paling terdampak. Di Desa Terong tercatat 110 rumah warga dan tiga fasilitas umum mengalami kerusakan, dengan 147 kepala keluarga atau 621 jiwa terdampak serta 17 orang luka ringan.
Sementara di Desa Lamahala Jaya, sebanyak 104 rumah warga rusak dengan jumlah terdampak mencapai 104 kepala keluarga atau 544 jiwa. Selain itu, empat fasilitas umum juga mengalami kerusakan.
Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Flores Timur pada Kamis 9 April dini hari lalu pukul 00.17.47 WITA, yang memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....