PTTEP dan Kemenko Pangan Dorong Pengelolaan Sampah Modern di Labuan Bajo
- 12 Apr 2026 12:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - PTTEP Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meresmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik dan Pusat Edukasi di Labuan Bajo, Jumat 11 April 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia.
Program yang telah dimulai sejak 2024 ini dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi produk bernilai guna, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah, mendorong praktik ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesadaran lingkungan di Labuan Bajo.
General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam, mengatakan inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
| Baca juga: TBAM Perluas Ruang Belajar Pelajar SMP |
“Melalui inisiatif ini, kami bertujuan menciptakan dampak lingkungan dan sosial dengan memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola sampah secara bertanggung jawab. Fasilitas ini juga menjadi sarana membangun kesadaran dan budaya keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya, dalam keterangan, Minggu 12 April 2026.
Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rofi Alhanif, mengapresiasi kontribusi PTTEP Indonesia dalam menghadirkan solusi nyata pengelolaan sampah di masyarakat.
“Kunjungan ke fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah hari ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Aloysius Lahi, menegaskan bahwa pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata internasional membawa konsekuensi meningkatnya tantangan pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan data tahun 2025, timbulan sampah di Manggarai Barat mencapai 53.768,70 ton, sementara kapasitas pengelolaan baru sekitar 30.000 ton per tahun.
“Program Positif Bajo yang diinisiasi PTTEP Indonesia menjadi langkah penting dalam mewujudkan Labuan Bajo yang bersih dan berkelanjutan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Lahi.
Selain berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, pusat edukasi ini juga akan menjadi lokasi pelatihan rutin, lokakarya, dan program sosialisasi bagi pelajar, praktisi pengelolaan sampah, serta masyarakat umum. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan solusi pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga maupun komunitas.
Kepala Sekolah TK Pembina, Elisabeth Setiani, mengaku program ini telah membawa dampak positif bagi anak-anak dan orang tua murid.
“Sebelumnya anak-anak belum begitu peduli terhadap sampah. Setelah mengikuti program ini, mereka mulai belajar memilah dan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Bahkan, sampah yang dikumpulkan dapat ditukar dengan sembako melalui bazar sekolah,” ungkapnya.
Sebagai perusahaan minyak dan gas asal Thailand, PTTEP Indonesia aktif mendukung berbagai inisiatif lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasinya. Keterlibatan perusahaan dalam program ini menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat Labuan Bajo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....