Positif Bajo Gelar Forum Kolaborasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
- 11 Apr 2026 21:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Positif Bajo menggelar Forum Kolaborasi dan Paparan Program Kegiatan bertema “Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Masyarakat” di Hotel Katamaran, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 11 April 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Kabupaten Manggarai Barat, Aloysius Lahi mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Positif Bajo dan seluruh mitra yang terlibat. Persoalan sampah adalah tanggung jawab kolektif. Melalui kolaborasi berbasis masyarakat ini, kita ingin memastikan Labuan Bajo tetap menjadi destinasi wisata yang berkualitas,” ujarnya.
Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan di Kementrian Koordinator Pangan, Rofi Alhanif, menilai langkah-langkah lokal seperti yang dilakukan Positif Bajo sangat penting untuk mendukung keberlanjutan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.
“Sinergi antara kebijakan pusat dan aksi lokal menjadi kunci keberhasilan penanganan sampah di kawasan pariwisata,” katanya.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. General Manager PTTEP, Grinchai Hattagam, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung pembangunan hijau di Manggarai Barat.
“Kami berkomitmen berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat lokal, sekaligus mendukung transformasi Labuan Bajo menjadi kota yang lebih hijau,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ingram, Febriyanti, menyoroti pentingnya aspek ekonomi dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, sistem pengelolaan yang dibangun harus mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Fokus kami adalah bagaimana sampah yang dikelola masyarakat dapat memiliki nilai ekonomi dan mendukung terciptanya sirkular ekonomi,” ucanya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular di Kementrian Lingkungan Hidup, Fazri Putrantomo, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah domestik tanpa ketergantungan pada pihak luar.
“Fokus utama kami adalah penguatan kapasitas masyarakat agar mereka mampu mengelola sampahnya sendiri secara mandiri. Dengan demikian, manfaat lingkungan maupun ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret yang dapat segera diterapkan di tingkat desa dan kelurahan di Manggarai Barat, demi mewujudkan Labuan Bajo yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....