Penguatan Akhlak Jadi Tantangan Dunia Pendidikan saat Ini

  • 11 Apr 2026 00:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Penguatan akhlak menjadi tantangan utama dalam dunia pendidikan saat ini, di tengah meningkatnya kualitas pendidikan formal dan akses terhadap pendidikan tinggi. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan moral di kalangan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Ende, Fhatur Rachman Ola, S.Sos, mengatakan kondisi tersebut terlihat dari berbagai kasus yang mencerminkan krisis etika, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sosial. Ia menegaskan bahwa praktik-praktik yang mencederai nilai moral masih kerap terjadi meskipun masyarakat dinilai semakin terdidik.

“Fenomena ini menjadi keprihatinan bersama karena menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara ilmu dan akhlak,” ujarnya dalam siaran Mutiara Pagi Islam, Jum'at,10 April 2026.

Dalam perspektif Islam, tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia,” yang menjadi landasan penting dalam membangun karakter umat.

Namun, realitas saat ini menunjukkan adanya degradasi akhlak, bahkan di kalangan yang memiliki latar belakang pendidikan dan keilmuan. Fhatur menyebut, penyampaian dakwah kerap tidak mencerminkan kelembutan dan kebijaksanaan.

“Masih ada yang mengedepankan sikap saling menyalahkan dan kurang menunjukkan akhlak terpuji dalam berdakwah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam dunia pendidikan, lemahnya penanaman adab turut berdampak pada perilaku peserta didik. Berbagai kasus seperti konflik antara guru dan murid hingga tindakan kriminal menjadi indikator bahwa aspek karakter belum mendapat perhatian yang seimbang.

Para ulama sejak dahulu telah menekankan pentingnya adab sebelum ilmu. Abdullah bin Al-Mubarak menyatakan, “Aku belajar adab selama 30 tahun dan ilmu selama 20 tahun,” yang menunjukkan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi utama dalam menuntut ilmu.

Oleh karena itu, keteladanan guru dan orang tua menjadi kunci dalam membangun generasi berakhlak mulia. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku agar melahirkan generasi yang cerdas sekaligus beretika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....