Erupsi Lewotobi Laki-laki, Kolom Abu 500 Meter Mengarah ke Timur Laut

  • 10 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi 10 April 2026 pukul 07:24 WITA dengan kolom abu terpantau mencapai ± 500 m di atas puncak (± 2.084 m di atas permukaan laut), berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

Berdasarkan catatan seismogram, letusan ini memiliki amplitudo maksimum 7,4 mm dengan durasi sekitar 2 menit 47 detik. Aktivitas ini menunjukkan masih adanya dinamika tekanan di dalam tubuh gunung api.

Hingga saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level II atau Waspada. Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas, namun belum berada pada tingkat yang membahayakan secara luas.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Area tersebut dinilai rawan terhadap lontaran material maupun dampak lanjutan dari aktivitas vulkanik.

Masyarakat juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Koordinasi resmi menjadi kunci untuk menghindari kepanikan di tengah situasi ini.

Selain itu, warga di sekitar gunung diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Risiko ini meningkat terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak aliran material vulkanik.

Bagi masyarakat yang terkena hujan abu, disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan partikel abu vulkanik.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta instansi terkait di tingkat pusat. Informasi perkembangan aktivitas gunung juga akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....