Akademisi Soroti Pentingnya Literasi Kritis di Ende

  • 10 Apr 2026 08:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Capaian tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Ende yang berada di atas rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Peningkatan tersebut dinilai perlu diikuti dengan penguatan kualitas literasi, khususnya kemampuan berpikir kritis.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Flores, Dominika Dhapa, mengatakan minat membaca harus bertransformasi menjadi daya kritis dalam memahami informasi.

“Minat baca yang tinggi harus dibarengi dengan daya kritis. Masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga mampu menganalisis dan menyaring informasi,” ujarnya.

Menurutnya, data literasi yang dirilis lembaga seperti Badan Pusat Statistik umumnya masih berfokus pada aspek kuantitatif, seperti durasi membaca atau jumlah akses bahan bacaan.

Sementara itu, kualitas literasi—termasuk kemampuan memahami konteks dan kebenaran informasi—menjadi tantangan yang perlu diperkuat.

Di era digital, masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang sangat besar, sehingga kemampuan literasi kritis menjadi penting untuk menghindari kesalahan dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Dominika menambahkan, penguatan literasi dapat dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah dan perguruan tinggi, serta melalui kegiatan literasi di masyarakat.

Ia berharap peningkatan minat baca di Kabupaten Ende tidak berhenti pada capaian angka, tetapi mampu membentuk masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi informasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....