Dugaan Penipuan Ternak Rugikan Warga Desa Waturia
- 10 Apr 2026 08:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka — Warga Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, melaporkan dugaan penipuan utang piutang ternak babi senilai belasan juta rupiah. Laporan tersebut disampaikan kepada pemerintah desa pada Kamis, 9 April 2026.
Pelapor, Blasius Blasi, mengaku mengalami kerugian akibat transaksi berulang dengan Ernestina Mona yang masih satu dusun. Ia datang bersama adiknya, Yusuf Lewor Goban, untuk menyampaikan laporan secara resmi.
Laporan diterima oleh Sekretaris Desa Waturia sebagai perwakilan pemerintah desa setempat. Aduan tersebut sekaligus menjadi pintu masuk upaya penyelesaian secara administratif di tingkat desa.
Kasus ini bermula pada 2012 saat Ernestina meminjam satu ekor babi senilai Rp5 juta. Pinjaman itu digunakan untuk keperluan acara kedukaan keluarga di Pulau Palue.
Transaksi kembali terjadi pada 2023 ketika Ernestina meminjam tiga ekor anak babi. Masing-masing babi ditaksir bernilai Rp1,5 juta dengan total mencapai Rp4,5 juta.
Pada 2024, transaksi berlanjut saat Ernestina bersama anggota keluarganya kembali meminjam satu ekor babi. Nilai pinjaman tersebut mencapai Rp5 juta untuk kebutuhan peringatan satu tahun kematian suaminya.
Dalam transaksi terakhir, Ernestina sempat memberikan uang muka sebesar Rp1 juta. Namun, sehari kemudian ia menarik kembali Rp250 ribu sehingga pembayaran bersih yang diterima hanya Rp750 ribu.
Menurut Yusuf Lewor Goban, pihak keluarga telah berulang kali melakukan penagihan. Namun hingga kini, kewajiban pembayaran tidak kunjung direalisasikan oleh pihak terlapor.
Ia menegaskan penyelesaian damai tetap menjadi prioritas keluarga demi menjaga hubungan sosial di desa. “Masalah besar harus diperkecil dan masalah kecil harus dihilangkan, demi nama baik dan martabat Desa Waturia,” ujarnya.
Pihak keluarga berharap pemerintah desa dapat memfasilitasi mediasi secara kekeluargaan. Jika tidak ada itikad baik, pelapor menyatakan akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ernestina Mona terkait laporan tersebut. Pemerintah Desa Waturia dijadwalkan segera mempertemukan kedua pihak sebagai langkah awal penyelesaian sengketa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....