Gempa Guncang Adonara Timur, 90 Rumah Warga Desa Terong Rusak
- 09 Apr 2026 10:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flotim – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Hingga data sementara yang dihimpun Kamis, 9 April 2026, sekitar 90 unit rumah di Desa Terong terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Ita Tukan, menjelaskan gempa terjadi pada malam hari dan dirasakan cukup kuat oleh warga. Getaran bahkan terjadi lebih dari satu kali, sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan meliputi rumah warga dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Sebagian bangunan dilaporkan mengalami retak hingga roboh akibat guncangan tersebut.
Selain kerusakan fisik, BPBD juga menerima laporan awal terkait adanya korban luka. Dua orang warga dilaporkan mengalami luka-luka yang diduga akibat tertimpa reruntuhan tembok saat gempa terjadi.
Meski demikian, data rinci terkait jumlah korban masih terus dihimpun oleh petugas di lapangan. Proses pendataan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kondisi riil pascagempa.
Saat ini, sebagian besar warga Desa Terong memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Mereka khawatir akan kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
BPBD Flores Timur telah bergerak melakukan langkah tanggap darurat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Upaya yang dilakukan meliputi identifikasi dampak lanjutan serta penanganan awal bagi warga terdampak.
Pada hari ini, Kamis, 9 April 2026, tim dijadwalkan melanjutkan proses pendataan sekaligus mendirikan tenda darurat. Selain itu, bantuan logistik juga mulai disalurkan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Sebelumnya, Gempa pertama terjadi pada Rabu, 8 April 2026, pukul 23.17 WITA dengan kekuatan magnitudo 4,7. Selang beberapa jam kemudian, gempa susulan kembali terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 04.54 WITA dengan magnitudo 3,8
Getaran gempa masih dirasakan hingga pagi hari sekitar pukul 05.30 WITA dalam skala kecil. Kondisi ini membuat warga tetap waspada dan memilih bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....