Mahasiswa Sikka Kembali Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

  • 09 Apr 2026 07:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gelombang kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sikka kembali menguat melalui aksi demonstrasi mahasiswa, Rabu 8 April 2026 siang. Aksi ini digelar oleh Aliansi Cipayung Plus Sikka bersama BEM Unipa Maumere dan LMND Sikka di Kantor Bupati Sikka

Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WITA tersebut merupakan lanjutan dari aksi serupa pada 1 April 2026. Mereka mengusung tema besar “Evaluasi Satu Tahun Kinerja Bupati Sikka” sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah daerah.

Sekitar 30 massa aksi turun ke jalan dengan membawa atribut organisasi seperti bendera GMNI, HMI, LMND, serta BEM Unipa. Mereka juga menggunakan satu unit mobil pick-up yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan.

Sebelum menuju lokasi aksi, massa berkumpul di Lapangan Kota Baru dan sempat bergerak ke Kampus Unipa Maumere untuk menggalang dukungan tambahan. Namun, tidak ada penambahan massa sehingga rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke Kantor Bupati melalui sejumlah ruas utama kota.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.50 WITA, massa langsung menggelar orasi di depan pintu masuk kantor. Dalam orasi tersebut, mahasiswa menyoroti persoalan infrastruktur, layanan kesehatan, dan lingkungan yang dinilai belum tertangani secara optimal.

Massa kemudian dipersilakan masuk untuk melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriyadi. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Rokatenda lantai II dan dimoderatori oleh Asisten III Setda Sikka.

Dalam audiensi, GMNI Sikka menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Mereka mengungkapkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak, keterbatasan akses listrik, serta jaringan telekomunikasi yang belum merata.

Sementara itu, HMI Sikka mengangkat persoalan serius di sektor kesehatan. Mereka menekankan kekurangan tenaga medis, distribusi dokter yang belum merata, serta keterlambatan pembayaran gaji tenaga kesehatan sejak awal tahun 2026.

Di sisi lain, BEM Unipa Maumere mengkritik buruknya pengelolaan sampah dan sistem drainase kota. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan penumpukan sampah dan meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sikka mengakui masih adanya tantangan pembangunan akibat tekanan keuangan daerah. Pemerintah disebut telah berupaya menyelesaikan utang, memenuhi tenaga medis, dan merancang program strategis secara bertahap.

Audiensi berlangsung dinamis namun tetap kondusif hingga penyerahan delapan poin rekomendasi tuntutan mahasiswa. Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.20 WITA dalam kondisi aman dan tertib dengan pengamanan dari Polres Sikka.

Aksi ini menunjukkan peran aktif mahasiswa sebagai kontrol sosial di Kabupaten Sikka. Gelombang serupa diperkirakan akan kembali muncul apabila tuntutan yang disampaikan belum direspons secara konkret oleh pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....