Manggarai Barat Dorong Kemandirian Pangan lewat Program MBG

  • 08 Apr 2026 21:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan kemandirian pangan daerah melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terintegrasi dengan sistem pemantauan pasokan bahan pangan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri kegiatan pengarahan dan evaluasi program MBG yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Brigjen Rudi Setiawan, di Ballroom Zasgo Hotel, Rabu 8 April 2026.

Menurut Bupati salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memastikan bahan pangan yang digunakan dalam program lebih banyak bersumber dari dalam daerah guna mengurangi ketergantungan dari luar wilayah.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan program ini dapat dipenuhi oleh produksi lokal, sehingga mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Guna mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengembangkan aplikasi MBG yang berfungsi memantau asal-usul bahan pangan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengidentifikasi ketergantungan pasokan dari luar dan menjadikannya sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan penguatan produksi lokal.

“Jika terlalu banyak bahan baku berasal dari luar, maka itu menjadi catatan penting bagi kami untuk mendorong petani dan pelaku usaha lokal meningkatkan produksi,” kata Bupati.

Selain itu, pihaknya juga mengoperasikan aplikasi Natas Harga guna memantau harga bahan pangan di pasar secara harian. Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme peringatan dini jika terjadi kenaikan harga di atas standar.

Adapun upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

Bupati menambahkan, program MBG di Manggarai Barat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan.

Sementara itu, Brigjen TNI Rudi Setiawan menekankan pentingnya koordinasi dan pengawasan dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Transparansi dan validasi data penerima manfaat harus dilakukan secara komprehensif agar program ini benar-benar memberi dampak,” ujarnya.

Program MBG menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan berbagai inovasi dan kebijakan yang diterapkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat optimistis mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....