Tradisi Toleransi Larantuka, Umat Muslim dan Katolik Saling Bangun Rumah Ibadah

  • 08 Apr 2026 15:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Harmoni hubungan antara umat Muslim dan Katolik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, telah terjalin sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kedekatan tersebut tidak hanya terlihat saat perayaan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk pembangunan rumah ibadah. Salah satu contoh adalah pembangunan Masjid Agung Syuhada di Kelurahan Eka Sapta.

Dalam proses pembangunan masjid tersebut, umat Katolik, termasuk Orang Muda Katolik (OMK), turut berkontribusi baik secara tenaga maupun materi. Hal ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai persaudaraan lintas agama.

Sebaliknya, umat Muslim juga aktif membantu pembangunan gereja di beberapa wilayah. Keterlibatan ini menunjukkan adanya timbal balik dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Salah satu momen yang dikenang adalah saat pembangunan gereja di Kelurahan Pohon Bao. Warga Muslim dari Eka Sapta ikut ambil bagian dengan melibatkan anak muda hingga orang tua.

Bahkan, para pemusik tradisional turut hadir membawa gong dan gendang, menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kebersamaan. Aktivitas gotong royong ini menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman.

Nilai toleransi di Larantuka bukan sekadar konsep, tetapi telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat hidup berdampingan dengan saling menghormati keyakinan masing-masing.

Pesan yang disampaikan tokoh masyarakat pun sederhana, yakni tidak hanya membicarakan toleransi, tetapi langsung mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat ini diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....