Diakui Nasional, Semana Santa Didorong ke UNESCO

  • 08 Apr 2026 14:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur — Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus mendorong tradisi religi Semana Santa di Larantuka agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia oleh UNESCO. Upaya ini dilakukan setelah tradisi tersebut lebih dulu diakui di tingkat nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, mengatakan pada tahun 2025 pihaknya telah mengikuti sidang penetapan di Kementerian Kebudayaan. Hasilnya, Semana Santa resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

“Pada tahun 2025 kita sudah melalui sidang penetapan di kementerian dan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Selanjutnya akan kita dorong ke UNESCO agar dikenal lebih luas,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Sabtu 4 April 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen saat diwawancarai RRI pada Sabtu, 4 April 2026. (Foto: RRI/Rico)

Ia menjelaskan, pengakuan di tingkat nasional menjadi langkah awal untuk melanjutkan proses pengusulan ke tingkat internasional. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan berbagai dokumen pendukung untuk proses tersebut.

Menurutnya, jika diakui UNESCO, maka potensi kunjungan peziarah dari berbagai negara ke Larantuka akan meningkat pada tahun-tahun mendatang. Hal ini akan memperkuat posisi Flores Timur sebagai destinasi wisata religi dunia.

Selain itu, peningkatan kunjungan wisatawan juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor pariwisata.

Pemerintah daerah optimistis, dengan kekayaan nilai budaya dan spiritual yang dimiliki, Semana Santa Larantuka memiliki peluang besar untuk mendapat pengakuan di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....