BUMDes Raes Cama Luncurkan Program Penanaman Sayur, Dorong Kemandirian Pangan

  • 08 Apr 2026 13:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raes Cama, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, resmi meluncurkan program penanaman sayur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi desa. Kegiatan yang berlangsung di Kebun BUMDes Raes Cama, Gang SPBU Gorontalo, Selasa, 7 April 2026, mengusung tema “Bersama Membangun Kemandirian Pangan Desa”.

Peluncuran program ditandai dengan penanaman simbolis bibit terung dan berbagai jenis sayuran oleh perwakilan pemerintah desa, BPD, kecamatan, serta para kader tani. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan berbasis potensi lokal.

BUMDes Raes Cama bertindak sebagai pelaksana utama program, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, proses pembibitan, hingga pemasaran hasil panen. Model pengelolaan kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memberdayakan petani lokal secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kerja Sama Desa, Sebina, menyampaikan bahwa program ini memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan pasar, termasuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Labuan Bajo. Ia menilai peluang pasar semakin terbuka seiring berkembangnya sektor pariwisata dan kebutuhan pangan berkualitas.

“Program BUMDes Desa Gorontalo ini benar-benar menjawab kebutuhan dapur MBG. Pasar Labuan Bajo sekarang sudah semakin terbuka, bukan hanya pasar pariwisata atau pasar rakyat, tetapi juga ada dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Sebina tegas.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian, Vitalis A. Syukur, menekankan pentingnya penerapan konsep pertanian berkelanjutan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ia juga merekomendasikan agar BUMDes tetap mempertahankan sistem pertanian organik guna menjaga kualitas hasil panen dan keberlanjutan lingkungan.

Direktur BUMDes Raes Cama, Yosafat Y. Barung, menjelaskan bahwa lahan seluas sekitar 2 hektare akan difokuskan pada pengembangan hortikultura dengan target pasar lokal hingga kawasan wisata Labuan Bajo. Program ini mendapat dukungan berbagai pihak dan diharapkan menjadi model percontohan dalam membangun desa mandiri serta memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....