Semana Santa Rajut Toleransi dan Ekonomi Warga

  • 08 Apr 2026 13:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur — Lima hari pasca perayaan Semana Santa di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dampak positif dari tradisi religius tersebut masih dirasakan masyarakat. Selain menjadi momentum iman umat Katolik, perayaan ini juga memperlihatkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama.

Tradisi tahunan ini memberi dampak ekonomi bagi masyarakat non Katolik yang turut merasakan berkah dari kedatangan peziarah. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat tersebut adalah Heru Yustianto, pemilik warung makan Pondok Baru di Larantuka. Ia mengaku mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan selama rangkaian Semana Santa berlangsung.

Menurut Heru, jika dibandingkan hari biasa, penghasilannya meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat saat momen tersebut. Peningkatan ini dipengaruhi oleh tingginya jumlah pengunjung selama prosesi berlangsung.

Ia menilai suasana kebersamaan dan saling menghargai antarumat beragama menjadi kekuatan utama kegiatan ini. Nilai toleransi tersebut membuat Semana Santa berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Semana Santa bukan hanya milik satu kelompok, tetapi menjadi ruang kebersamaan yang memberi manfaat bagi semua,” ujarnya.

Harapan ini mencerminkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Larantuka. Nilai tersebut menjadi kekuatan yang terus menjaga harmoni antarumat beragama.

Heru berharap tradisi Semana Santa dapat terus terjaga dan semakin ramai setiap tahunnya. Selain memperkuat nilai spiritual, momentum ini menjadi simbol nyata toleransi dan sumber pengharapan ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....