Krisis Ruang Kelas dan Air SMPN Alok

  • 08 Apr 2026 12:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka — SMP Negeri Alok di Kecamatan Alok menghadapi persoalan serius berupa kekurangan ruang kelas dan belum tersedianya akses air bersih mandiri. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah siswa sejak sekolah tersebut berdiri pada 2019.

Sekolah negeri ini kini menampung 768 siswa yang terbagi dalam 25 rombongan belajar. Namun, fasilitas yang tersedia hanya 14 ruang kelas permanen sehingga terdapat kekurangan sedikitnya 11 ruang kelas.

Kepala SMP Negeri Alok, John Kasmir Bata Seda, mengungkapkan keterbatasan tersebut memaksa sebagian siswa menjalani kegiatan belajar di ruang darurat. Situasi ini dinilai tidak ideal untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.

“Kami punya 25 kelas, tapi ruang permanen hanya 14, selebihnya masih darurat,” ujar John, Senin 7 April 2026. Ia menambahkan, kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa solusi konkret.

Menurutnya, sekolah sempat menerima informasi terkait rencana penambahan tujuh ruang kelas pada 2026. Namun hingga awal April, belum terlihat adanya realisasi pembangunan meski jumlah siswa terus meningkat setiap tahun.

Sebagai sekolah tujuan dari sedikitnya 22 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Alok, SMP Negeri Alok menghadapi tekanan kapasitas yang tinggi. Lonjakan jumlah peserta didik tidak sebanding dengan kesiapan sarana prasarana yang tersedia.

Selain ruang kelas, persoalan lain yang dihadapi adalah belum adanya sumber air bersih permanen seperti sumur bor. Untuk memenuhi kebutuhan harian, sekolah harus membeli air tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hingga tiga hari.

“Kami harus beli air bersih setiap dua sampai tiga hari sekali,” kata John. Kondisi ini berdampak pada operasional sekolah, terutama untuk kebutuhan sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Keterbatasan air juga membuat program penghijauan tidak berjalan optimal karena bergantung pada musim hujan. Di sisi lain, fasilitas pengamanan sekolah masih minim dengan pagar kawat sederhana hasil swadaya masyarakat.

Akibatnya, hewan ternak kerap masuk ke area sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Situasi ini menambah daftar persoalan yang dihadapi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Secara kebijakan, pemenuhan ruang kelas dan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari standar sarana pendidikan yang ditetapkan pemerintah. Namun kondisi di SMP Negeri Alok menunjukkan adanya kesenjangan antara peningkatan akses pendidikan dan kesiapan infrastruktur.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Sikka belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan masalah tersebut. Pihak sekolah berharap adanya percepatan intervensi agar hak siswa terhadap lingkungan belajar yang layak dapat terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....