Zoom Ngada Gerakkan Anak Muda Dari Ide Aksi

  • 07 Apr 2026 21:50 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Zoom Ngada didirikan tahun 2022 oleh anak muda Ngada.
  • Fokus pada isu sosial: lingkungan, mental, pendidikan, dan TPPO.
  • Mengubah ide menjadi aksi melalui kolaborasi dan pendanaan.
  • Program edukasi TPPO menjangkau 800 lebih anak dan remaja.
  • Menyediakan ruang aman bagi anak muda untuk berbagi cerita.
  • Tantangan utama: SDM dan stigma sosial.
  • Rencana ke depan: teater sebagai media advokasi kebijakan.

RRI.CO.ID, Ngada - Komunitas Zo’o Mora Ngada atau Zoom Ngada terus menunjukkan peran aktif anak muda dalam mendorong perubahan sosial di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Komunitas ini lahir pada 2022 dari kegelisahan sekelompok pemuda yang melihat minimnya ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menyelesaikan persoalan daerah.

Founder Zoom Ngada, Nando Rure, kepada RRI, Selasa, 7 April 2026, mengatakan komunitas ini berfokus pada sejumlah isu strategis seperti lingkungan, kesehatan mental, pendidikan informal, inklusivitas, hingga tindak pidana perdagangan orang. Nama “Zo’o Mora” sendiri berasal dari bahasa Bajawa yang berarti anak muda yang mau bergerak.

Dalam praktiknya, Zoom Ngada tidak berjalan sendiri melainkan menggandeng berbagai mitra, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah. Ide-ide yang lahir dari diskusi internal kemudian dituangkan dalam proposal untuk mendapatkan dukungan pendanaan dan direalisasikan dalam bentuk program nyata.

Salah satu program berdampak yang dilakukan adalah edukasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang pada 2025 yang menjangkau lebih dari 800 anak dan remaja. Selain itu, komunitas ini juga aktif menyusun rekomendasi kebijakan yang disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk advokasi.

Zoom Ngada juga menghadirkan ruang aman bagi anak muda melalui program seperti “pojok cerita” dan “ruang dengar”. Inisiatif ini menjadi wadah bagi remaja untuk berbagi persoalan, terutama terkait kesehatan mental yang kerap dianggap tabu.

Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan stigma masyarakat terhadap isu sensitif, komunitas ini tetap konsisten bergerak. Ke depan, Zoom Ngada berencana menggelar pertunjukan teater kolaboratif sebagai media penyampaian aspirasi anak muda kepada pemerintah.

Nando mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada ide semata, tetapi berani mengambil langkah nyata. Ia menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari aksi kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....