Transformasi Digital dalam Pendidikan: Peluang dan Risiko
- 07 Apr 2026 09:42 WIB
- Ende
Poin Utama
- Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus berkembang pesat, membawa berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi.
- Menurut Dr. Agustina, perkembangan teknologi digital telah membuka akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
- Dr. Agustina juga menyoroti pentingnya literasi digital, baik bagi pendidik maupun peserta didik
RRI.CO.ID, Ende – Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus berkembang pesat, membawa berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi. Hal ini disampaikan oleh Dr. Agustina Mei, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Flores, dalam wawancara bersama RRI Ende,Selasa, 7 April 2026.
Menurut Dr. Agustina, perkembangan teknologi digital telah membuka akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. “Dengan adanya platform pembelajaran daring, siswa dan mahasiswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja. Ini tentu menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, transformasi digital juga mendorong inovasi dalam metode pembelajaran. Penggunaan media interaktif, aplikasi pendidikan, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dinilai mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Selain itu, guru dan dosen juga dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi agar sesuai dengan kebutuhan generasi digital saat ini.
Namun demikian, di balik berbagai peluang tersebut, terdapat sejumlah risiko yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya adalah kesenjangan akses teknologi atau digital divide, terutama di daerah yang masih terbatas infrastruktur internetnya.
“Tidak semua peserta didik memiliki akses yang sama terhadap perangkat dan jaringan internet. Ini bisa menimbulkan ketimpangan dalam proses pembelajaran,” katanya.
Selain itu, risiko lainnya adalah potensi menurunnya interaksi sosial antara guru dan peserta didik. Pembelajaran yang terlalu bergantung pada teknologi dapat mengurangi nilai-nilai sosial dan karakter yang biasanya terbentuk melalui interaksi langsung di kelas.
Dr. Agustina juga menyoroti pentingnya literasi digital, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Menurutnya, kemampuan dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab menjadi kunci utama dalam menghadapi era digital.
“Tanpa literasi digital yang baik, peserta didik rentan terhadap informasi yang tidak valid, bahkan penyalahgunaan teknologi,” ujarnya menambahkan.
Untuk itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Penyediaan infrastruktur, pelatihan bagi tenaga pendidik, serta penguatan kurikulum berbasis digital menjadi langkah penting yang perlu dilakukan.
Melalui transformasi digital yang dikelola dengan baik, Dr. Agustina optimistis pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah, dapat berkembang lebih maju dan mampu mencetak generasi yang adaptif serta kompetitif di era global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....