Polisi Gerak Cepat Bantu Wisatawan Jerman yang Telantar di Labuan Bajo
- 06 Apr 2026 17:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat bergerak cepat menangani pengaduan tiga wisatawan asal Jerman yang sempat telantar di kawasan Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo, Senin 6 April 2026.
Ketiga wisatawan tersebut, yakni Dennis Domenik (34), Catrin (37), dan Mario Jurgen (38), sebelumnya dijadwalkan berangkat menggunakan kapal wisata pinisi MAREA. Namun, mereka harus menunggu sejak pukul 08.00 Wita hingga siang hari tanpa kepastian keberangkatan dari pihak agen perjalanan.
Keresahan wisatawan muncul setelah agen perjalanan bertajuk “PHINISI TRIP” sulit dihubungi dan tidak memberikan informasi selama kurang lebih lima jam. Situasi di lokasi sempat memanas karena para wisatawan merasa ditinggalkan tanpa kejelasan.
Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, mengatakan pihaknya segera turun tangan setelah menerima laporan dari petugas di lokasi.
“Para wisatawan telah menunggu sejak pagi tanpa kepastian, sementara pihak agen tidak memberikan respons saat dihubungi. Hal ini membuat wisatawan merasa dirugikan,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sat Pam Obvit langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengambil alih komunikasi dengan agen perjalanan guna memastikan penyelesaian masalah.
Upaya mediasi yang difasilitasi kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.25 WITA, perwakilan agen hadir di pos terpadu pelabuhan untuk melakukan klarifikasi.
Hasil mediasi yang selesai pada pukul 14.00 WITA menyepakati bahwa pihak agen menyediakan kapal pengganti, yakni Pinisi Neptune 1, agar perjalanan wisata tetap dapat dilanjutkan.
Sebagai langkah percepatan, ketiga wisatawan tersebut diberangkatkan menggunakan speedboat menuju Manta Point, lokasi kapal pengganti bersandar.
“Kami memastikan para wisatawan mendapatkan haknya dan dapat melanjutkan perjalanan sesuai rencana,” kata IPTU Abnel.
Meski permasalahan berhasil diselesaikan secara damai, pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap profesionalisme pelaku usaha pariwisata.
IPTU Abnel menekankan pentingnya transparansi informasi kepada wisatawan, terutama jika terjadi perubahan jadwal atau armada.
“Harus ada komunikasi yang jelas dan proaktif kepada wisatawan agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kekecewaan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau seluruh penyedia jasa wisata di Labuan Bajo untuk meningkatkan pelayanan demi menjaga citra daerah sebagai destinasi pariwisata super prioritas.
Penanganan cepat oleh Polres Manggarai Barat ini mendapat apresiasi karena mampu meredam potensi konflik sekaligus memastikan wisatawan tetap dapat menikmati perjalanan wisata mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....