Tes Urin Narapidana, Rutan Maumere Perketat Pengawasan

  • 06 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Kabupaten Sikka terus diperluas hingga ke dalam rumah tahanan. Langkah ini ditegaskan melalui kegiatan pemeriksaan urin narapidana di Rutan Kelas II Maumere, Senin 6 April 2026.

Sejak pukul 09.00 WITA, suasana rutan tampak berbeda dengan kehadiran jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Sikka. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh IPTU Faisal S. Alang bersama timnya dalam misi preventif yang dinilai krusial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah personel inti, termasuk para kepala unit dan anggota muda yang terlibat aktif dalam pengawasan. Kehadiran mereka memperlihatkan keseriusan aparat dalam memastikan rutan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Pihak rutan menyambut kegiatan ini dengan terbuka dan penuh dukungan. Kolaborasi antara kepolisian, petugas rutan, dan tim medis menjadi kunci kelancaran pelaksanaan pemeriksaan.

Tes urin ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata komitmen menciptakan lingkungan bersih dari NAPZA. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pencegahan peredaran narkoba di ruang terbatas.

Dalam arahannya, IPTU Faisal menegaskan bahwa rutan harus menjadi tempat pemulihan, bukan celah baru peredaran gelap narkotika. Ia menekankan pentingnya peran narapidana sebagai pelopor dalam menolak masuknya barang terlarang.

Pesan tersebut disampaikan secara tegas di hadapan warga binaan. Narapidana didorong untuk memiliki kesadaran kolektif menjaga lingkungan mereka tetap steril dari narkoba.

Proses tes urin dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat aparat dan petugas rutan. Tim medis memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar, sementara transparansi tetap dijaga selama kegiatan berlangsung.

Hingga pukul 12.00 WITA, kegiatan berakhir dalam kondisi aman dan tertib. Tidak ditemukan gangguan maupun pelanggaran selama pelaksanaan pemeriksaan.

Langkah preventif ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi masyarakat bahwa pengawasan narkotika dilakukan tanpa kompromi. Bahkan di dalam rutan, tidak ada ruang bagi peredaran zat terlarang.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga kesehatan mental dan fisik warga binaan. Penegakan hukum dan pembinaan berjalan beriringan demi menciptakan lingkungan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....