Kebangkitan Kristus Jadi Dasar Perubahan Hidup Umat

  • 06 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, menegaskan makna kebangkitan Kristus sebagai dasar perubahan hidup umat dalam homili Misa Vigili Paskah. Perayaan berlangsung di Katedral St. Yoseph Maumere, Sabtu 4 April 2026.

Misa tersebut merupakan puncak rangkaian Tri Hari Suci yang diikuti umat dengan penuh khidmat. Dalam suasana malam yang sarat simbol, pesan kebangkitan ditegaskan sebagai realitas iman yang konkret.

Uskup menekankan bahwa kebangkitan Kristus tidak berhenti pada simbol liturgis semata. Menurutnya, iman harus berdampak langsung pada cara hidup sehari-hari umat.

“Terang kebangkitan bukan sekadar lambang, tetapi jalan menuju hidup,” kata Mgr. Ewaldus. Ia mengajak umat melihat terang itu sebagai arah perubahan, bukan sekadar perayaan tahunan.

Ia juga mengaitkan pesan kebangkitan dengan realitas hidup umat yang kerap diwarnai tekanan dan ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, iman justru diuji sekaligus diperdalam.

“Iman tidak menunggu hidup selesai, tetapi bertumbuh dalam proses yang belum tuntas,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa pergulatan hidup bukan penghalang, melainkan ruang pertumbuhan iman.

Dalam homilinya, uskup merujuk pada narasi Kitab Suci, termasuk kisah penciptaan dan pembebasan bangsa Israel. Ia menilai Tuhan bekerja di tengah kesulitan dengan membuka jalan, bukan selalu menghilangkan persoalan.

Peran komunitas juga disoroti sebagai ruang praksis iman yang nyata. Komunitas Basis Gerejawi disebutnya harus menjadi tempat penerimaan dan penguatan bagi setiap anggota.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perubahan perilaku sebagai konsekuensi iman akan kebangkitan. Hal ini merujuk pada ajaran Rasul Paulus tentang peralihan dari hidup lama menuju hidup baru dalam Kristus.

Uskup turut menyinggung kisah perempuan-perempuan yang menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus. Menurutnya, mereka menunjukkan ketekunan di tengah duka dan ketidakpastian.

“Kebangkitan hadir dalam kesetiaan kecil: mendengarkan, menerima, dan tetap bersama dalam keterbatasan,” katanya. Pesan ini menjadi refleksi bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pada bagian akhir, ia menyoroti kondisi sosial yang memengaruhi sikap generasi muda. Ia menilai kecenderungan mudah curiga dan rapuh menghadapi persoalan perlu direspons dengan iman yang matang.

“Kristus telah bangkit. Kini kita dipanggil untuk bangkit bersama,” ujarnya menutup homili. Perayaan Vigili Paskah berlangsung tertib dan menjadi pengantar menuju Hari Raya Paskah, Minggu 5 April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....