Sebanyak 200 Anggota OMK di Maumere Pentaskan Tablo Jalan Salib

  • 05 Apr 2026 18:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Sebanyak 200 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yoseph Katedral Maumere terlibat dalam pementasan tablo jalan salib pada Jumat Agung, 3 April 2026. Kegiatan ini digelar di jalan utama kota dalam wilayah paroki di Maumere.

Pementasan tersebut menjadi salah satu perayaan iman yang dikemas secara visual dan partisipatif oleh kaum muda. Ribuan umat tampak memadati sepanjang rute jalan salib untuk menyaksikan setiap adegan yang diperankan.

Persiapan tablo dilakukan selama satu bulan dengan melibatkan OMK dari tiga stasi. Mereka berasal dari Stasi St. Yoseph, Wairumbia, dan Perumnas yang berkolaborasi dalam seluruh proses kreatif.

Gladi bersih terakhir dilaksanakan pada 31 Maret 2026 dengan melibatkan seluruh pemeran. Tahapan ini menjadi penentu kesiapan teknis sekaligus penguatan penghayatan peran.

Ketua panitia, Novita Dua Nalu, mengatakan pelibatan OMK diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan gereja. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang alternatif di tengah tantangan pergaulan dan distraksi digital.

“Ya, hampir 200 OMK yang ambil bagian dalam tablo ini,” kata Novita. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mengarahkan anak muda pada aktivitas yang lebih positif.

Sutradara Emanuel Silvanus menilai pementasan serupa berpotensi dikembangkan ke skala lintas paroki di Kota Maumere. Ia menyebut sejumlah paroki seperti Katedral, Thomas Morus, Misir, dan Wolonmaget dapat dilibatkan.

“Kami ingin ada satu tablo besar skala kota, tetapi itu butuh komitmen bersama,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya dukungan serius untuk mewujudkan rencana tersebut.

Sutradara lainnya, Jeremias Paschal Seda, menyoroti pentingnya ruang kreatif dalam kehidupan menggereja. Menurutnya, pendekatan seni dapat menjadi jembatan untuk menjangkau generasi muda.

“Kalau tidak ada ruang kreatif seperti ini, anak muda akan semakin jauh dari gereja,” katanya. Ia menilai ekspresi iman melalui seni lebih mudah diterima generasi saat ini.

Sejumlah pihak memandang pendekatan berbasis seni dan partisipasi komunitas sebagai strategi yang relevan. Hal ini dinilai sejalan dengan perubahan pola aktivitas dan minat generasi muda.

Rencana pengembangan tablo jalan salib skala kota masih dalam tahap wacana. Diperlukan koordinasi lintas paroki serta dukungan sumber daya agar gagasan tersebut dapat direalisasikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....