Tablo 2026 Lingkungan 10 Mautapaga, Wadah Iman dan Kreatifitas Generasi Muda
- 02 Apr 2026 16:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Ketua Panitia Pelaksana Tablo 2026, Raimundus Rikardus Loda Kota yang akrab disapa Ricky, memaparkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan tablo saat diwawancarai RRI Ende di Aula PSE Ende, Kamis 2 April 2026.
Ia menjelaskan, persiapan yang dilakukan panitia mencakup kesiapan fisik para pemeran dan tim, perlengkapan teknis seperti sound system, hingga kostum yang akan digunakan dalam pementasan. Selain itu, kesiapan mental juga menjadi perhatian utama karena kegiatan tablo merupakan bagian dari ibadah.
Ia mengungkapkan bahwa dibandingkan hari sebelumnya, pelaksanaan hari ini sudah didukung dengan peralatan yang lebih lengkap. Sebelumnya panitia masih menggunakan alat seadanya, namun kini seluruh kebutuhan teknis telah dipersiapkan dengan lebih baik guna menunjang kelancaran kegiatan.
Ia menambahkan, pelaksanaan tablo tetap menggunakan rute yang sama, dimulai dari Jalan Durian Tengah (Lorong SMP Kelimutu dan SMA Alsiora) kemudian bergerak ke arah atas utara dan belok kanan menuju kawasan RRI, hingga berakhir di Jalan Anggrek , tepatnya di wilayah yang masih termasuk dalam Lingkungan 10.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan tablo ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak Sekami, JPA, OMK, hingga Ikatan Pemuda Durian (IPD) yang turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Namun demikian, ia mengakui adanya sejumlah kendala, terutama dalam mengatur anak-anak yang terlibat dalam latihan. Dinamika mereka yang mudah berubah menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dalam menjaga konsistensi selama proses persiapan.
“Yang menjadi kendala utama adalah mengatur anak-anak. Dalam waktu singkat bisa diatur, namun tidak lama kemudian sudah berubah lagi, sehingga cukup menguras tenaga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan dalam pelaksanaan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya didominasi oleh anak-anak, maka tahun ini lebih banyak melibatkan orang dewasa, sehingga membutuhkan penyesuaian dari segi kostum maupun perlengkapan.
Lebih jauh, ia menilai kegiatan tablo ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan iman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan bagi anak-anak dan kaum muda untuk mengembangkan potensi diri.
“Dari kegiatan ini kita bisa melihat bakat anak-anak, seperti membaca puisi atau berperan dalam adegan. Walaupun bukan untuk menjadi artis besar, setidaknya mereka bisa menunjukkan diri dan menemukan jati diri mereka,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak ruang kreativitas yang dibuka bagi generasi muda, sehingga mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang.
“Harapan kami, ruang kreativitas untuk anak-anak dan orang muda bisa terus diperluas agar mereka dapat berkembang dan menyalurkan bakat secara positif,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....