Polda NTT Kawal Tradisi Empat Abad Semana Santa Larantuka Dengan Sentuhan Kasih

  • 01 Apr 2026 20:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Perayaan Semana Santa 2026 di Larantuka berlangsung khusyuk dengan pengamanan humanis dari aparat gabungan. Kegiatan ini telah mengakar lebih dari empat abad dan menjadi simbol devosi serta identitas religius masyarakat setempat.

Polda Nusa Tenggara Timur menggelar Operasi Turangga 2026 sebagai langkah strategis menjaga keamanan selama seluruh rangkaian Pekan Suci berlangsung. Operasi ini dilaksanakan sejak 29 Maret hingga 6 April 2026 dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektoral.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan pengamanan dilakukan dengan pendekatan pelayanan yang mengedepankan empati kepada peziarah. Ia menyebut kehadiran aparat bukan untuk membatasi, melainkan memastikan setiap prosesi berjalan aman, tertib, dan penuh ketenangan.

"Perayaan Semana Santa bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, tetapi juga warisan budaya yang hidup sejak abad ke-16. Tradisi ini menjadi magnet spiritual yang menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara." ujar, Rabu 1 April 2026.

Sebanyak 985 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan di wilayah kota Larantuka selama perayaan berlangsung. Personel tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta organisasi kepemudaan lintas agama setempat.

Keterlibatan pemuda lintas agama seperti OMK dan Pemuda GMIT mencerminkan semangat toleransi yang kuat di Flores Timur. Kehadiran mereka dalam pengamanan menjadi simbol persaudaraan yang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat lokal.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah ritual penting seperti Tikam Turo, Rabu Trewa, hingga prosesi puncak Jumat Agung. Selain itu, prosesi laut yang menjadi ciri khas juga mendapatkan perhatian khusus demi menjamin keselamatan seluruh peserta.

Aparat turut mengamankan jalur prosesi darat serta mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kepadatan selama kegiatan berlangsung. Langkah ini dilakukan guna memastikan mobilitas peziarah tetap lancar tanpa mengganggu kekhusyukan jalannya ibadah.

Di sektor perairan, personel Ditpolairud disiagakan untuk mengawal armada penyeberangan yang digunakan dalam prosesi laut tradisional tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan sebelum mengangkut para peziarah menuju lokasi prosesi.

Tim penjinak bom juga diterjunkan guna melakukan sterilisasi di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat kegiatan ibadah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan perayaan.

Sejumlah lokasi prioritas pengamanan meliputi gereja katedral, kapela, jalur prosesi, serta area kedatangan peziarah di pelabuhan. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di bandara guna memastikan arus kedatangan dan kepulangan berjalan tertib dan aman.

Polda NTT mengedepankan deteksi dini melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mencegah gangguan sejak awal. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama perayaan berlangsung dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat dan peziarah diimbau untuk mengikuti arahan petugas terutama terkait pengalihan arus lalu lintas serta kapasitas muatan kapal. Kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama selama seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berlangsung.

Dengan semangat pelayanan dan persaudaraan, diharapkan perayaan Semana Santa tahun ini berlangsung aman dan penuh kedamaian. Momentum ini sekaligus menjadi penguat nilai kebersamaan yang telah lama terjalin dalam kehidupan masyarakat Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....