Suci Maria: Promosi Labuan Bajo Perlu Narasi Budaya, Bukan Sekadar Visual

  • 01 Apr 2026 11:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pola promosi pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai perlu mengalami transformasi signifikan. Tidak lagi hanya mengandalkan keindahan visual, promosi destinasi super premium ini didorong untuk mengedepankan kekuatan narasi, nilai budaya, serta makna di balik setiap konten yang disajikan.

Hal tersebut disampaikan oleh kreator konten asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Suci Maria dalam diskusi Sunset Talk yang di gelar Radio Republik Indonesia (RRI) SP Labuan Bajo bersama Mawatu yang berlangsung di Mawatu di Amfiteater Mawatu, Labuan Bajo, Minggu 29 Maret 2026.

Menurut Suci, promosi pariwisata Labuan Bajo saat ini masih didominasi oleh konten visual keindahan alam. Padahal, daya saing destinasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan panorama.

“Level kita tidak boleh lagi hanya bicara soal indahnya Labuan Bajo. Di dunia ini, bahkan di NTT saja sudah banyak tempat yang indah. Tantangannya adalah bagaimana konten tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menghadirkan nilai budaya, cerita, dan makna,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana narasi tentang Labuan Bajo justru lebih banyak diproduksi oleh kreator dari luar daerah dibandingkan masyarakat lokal. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri kreatif lokal untuk lebih aktif membangun identitas daerah melalui konten yang terarah.

“Kalau dilihat di FYP, lebih banyak orang luar yang bercerita tentang Labuan Bajo dibandingkan kita sendiri. Konten kreator lokal sebenarnya sudah banyak, tetapi masih bersifat acak dan belum fokus dalam menjual identitas daerah,” ungkapnya.

Terkait dorongan pemerintah agar Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menjadi influencer, Suci memberikan catatan. Ia menilai, aktivitas sebagai kreator konten membutuhkan perencanaan matang dan tidak bisa dijadikan sekadar tugas tambahan.

Lebih lanjut, Suci mendorong pemerintah untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan kreator konten profesional, khususnya sejak tahap perencanaan program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....