Longsor Tutup Akses Tanangalu-Paipenga Selama Sepekan

  • 01 Apr 2026 08:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Material longsor menutup total ruas jalan Tanangalu-Paipenga di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, sejak sepekan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi warga di sejumlah desa, termasuk Wolorega dan Rejo.

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam. Intensitas hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah di beberapa titik sepanjang ruas jalan.

Ketua BPD Wolorega, Henrikus Lando, mengatakan hujan berlangsung sekitar enam jam sejak pukul 11.00 Wita. Kondisi tersebut menyebabkan longsoran dengan material beragam, mulai dari pohon tumbang hingga batu berukuran besar.

Ia menyebut, akses jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer itu kini tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki secara normal. “Praktis masyarakat tidak bisa lewat ruas jalan Tanangalu-Paipenga,” ujarnya.

Lumpuhnya akses transportasi berdampak luas terhadap aktivitas warga di wilayah terdampak. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah terganggunya layanan kesehatan bagi ibu hamil di Poskesdes Wolorega.

Warga terpaksa berjalan kaki dengan medan berat untuk mencapai fasilitas kesehatan. Kondisi ini dinilai berisiko, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan layanan medis rutin.

Pasca kejadian, masyarakat setempat bergerak secara swadaya membersihkan material longsoran. Namun, upaya tersebut terkendala oleh besarnya batu-batu yang tidak dapat dipindahkan tanpa bantuan alat berat.

Akibatnya, hingga kini kendaraan bermotor belum bisa melintasi jalur tersebut. Situasi ini memperpanjang isolasi sejumlah desa yang bergantung pada akses jalan tersebut.

Henrikus berharap pemerintah daerah segera turun tangan menangani kondisi darurat ini. Ia menilai pengerahan alat berat menjadi solusi paling efektif untuk membuka kembali akses jalan.

Selain infrastruktur jalan, bencana ini juga berdampak pada jaringan listrik warga. Sejumlah tiang listrik dilaporkan tumbang akibat banjir bandang yang menyertai longsor.

Masyarakat kini terpaksa hidup tanpa penerangan di malam hari. Ia meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan PLN Flores Bagian Timur guna mempercepat pemulihan layanan listrik di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....