Intip Keseruan Sunset Talk RRI–Mawatu Bersama Sejumlah Narasumber Kelas Wahid

  • 28 Mar 2026 14:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Panggung strategis bertajuk "Sunset Talk" yang diinisiasi LPP RRI SP Labuan Bajo bersama Mawatu pada Minggu, 29 Maret 2026, dipastikan menjadi magnet perhatian nasional. Pasalnya, diskusi ini bukan sekadar obrolan senja biasa, melainkan pertemuan lintas otoritas yang menghadirkan para pengambil kebijakan tertinggi dan penggerak ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur.

Sinergi Regulator dan Eksekutor

Diskusi bertema "Dari Labuan Bajo untuk Dunia" ini akan menghadirkan secara langsung sejumlah narasumber kelas wahid. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dijadwalkan hadir untuk memaparkan visi besar provinsi dalam menempatkan Labuan Bajo sebagai lokomotif ekonomi wilayah.

Dari sisi manajerial kawasan, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, akan memberikan bedah tuntas mengenai kesiapan infrastruktur dan regulasi lokal dalam menyambut ekosistem pariwisata yang lebih modern dan berkelanjutan.

Suara Akar Rumput dan Industri Kreatif

Tak hanya didominasi birokrat, "Sunset Talk" juga memberikan panggung setara bagi para praktisi yang bersentuhan langsung dengan pasar digital dan komunitas. Suci Maria, influencer kenamaan NTT, bersama Koko Ama dari Komunitas Stand Up Indo, serta Rino (Owner Chomabee) mewakili sektor UMKM kreatif, akan menantang arus diskusi dengan perspektif segar mengenai kebutuhan ruang bagi kreator lokal.

Koordinator RRI SP Labuan Bajo, Desy Natalia, menegaskan kehadiran para tokoh kompeten ini adalah jaminan bahwa dialog ini akan menghasilkan output yang tajam.

"Kami mempertemukan regulator dengan pelaku industri kreatif agar terjadi sinkronisasi visi. RRI hadir sebagai jembatan agar gagasan besar ini terdengar hingga ke level nasional," ujar Desy.

Desy lebih lanjut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mawatu yang telah bersedia berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini, dan berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut ke depannya. “RRI menyambut baik kerjasama bersama Mawatu, dan memberikan terim kasih dan apresiasi kepada Mawatu yang telah bersedia berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.

Desy berharap agar kolaborasi tersebut bisa terus berlanjut serta mampu memberikan dampak nyata bagi posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan Indonesia di mata dunia.

Senada, Ketua Tim Konten Media Baru RRI Ende, Riswan Sumby, menekankan pentingnya peran RRI sebagai jembatan aspirasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif. "Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI terus berkomitmen membuka ruang dialog lintas sektor," ungkap Riswan.

Riswan menyampaikan bahwa Sunset Talk ini dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengulas secara komprehensif arah pengembangan pariwisata di Labuan Bajo ke depan, sekaligus mendorong penguatan ekosistem seni lokal agar generasi muda memiliki ruang yang memadai untuk tumbuh dan berkreasi.

Acara yang akan digelar pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 WITA di kawasan Mawatu ini akan dipublikasikan secara masif melalui berbagai kanal digital. “Kami akan menyiarkan kegiatan ini melalui seluruh platform media sosial milik RRI, mulai dari YouTube, Instagram, TikTok, hingga Facebook, agar pesan dan diskusi inspiratif ini dapat diakses oleh masyarakat luas," ungkap Riswan.

Sementara, Marketing Manager Mawatu Labuan Bajo, Nazwar Zulfajri, mengungkapkan alasan kuat di balik kerja sama strategis ini. Ia melihat RRI sebagai mitra media yang memiliki kredibilitas tinggi untuk menyampaikan visi pembangunan daerah.

"Kami memilih bekerja sama dengan RRI karena selain merupakan media nasional yang sangat kredibel, RRI juga sangat aktif bergerak di Labuan Bajo, terutama dalam isu pengembangan pariwisata dan industri kreatif.

Ia menjelaskan, kehadiran Mawatu di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang utama bagi pertumbuhan sektor tersebut.

Nazwar pun berharap kegiatan Sunset Talks tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang tajam serta arah yang konkret dalam pengembangan pariwisata, seni lokal, dan industri kreatif di Labuan Bajo.

Dirinya juga mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam momentum ini. “Kami mengundang masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya untuk hadir di Mawatu dan mengikuti Sunset Talks pada 29 Maret 2026," katanya.

Menurut Nazwar, para pengunjung selain menyaksikan dialog interaktif, juga dapat menikmati suasana kawasan sekaligus melihat perkembangan Mawatu sebagai pusat pariwisata terpadu yang inklusif. Ia menilai, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan perspektif dan masukan guna mendorong kemajuan pariwisata dan industri kreatif di Labuan Bajo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....