Eksekusi Program Jadi Tantangan Pembangunan Kabupaten Lembata
- 26 Mar 2026 20:17 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Tantangan utama pembangunan Kabupaten Lembata tidak lagi pada tahap perencanaan, melainkan pada eksekusi program di lapangan. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rancangan RKPD Tahun 2027 pada Selasa, 17 Maret 2026.
Di tengah penetapan 20 program prioritas, efektivitas pelaksanaan dinilai akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Keterbatasan fiskal menjadi faktor yang menuntut ketepatan sekaligus konsistensi dalam menjalankan program.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa seluruh program harus disusun secara realistis dan dapat dijalankan sesuai kemampuan daerah. Penegasan ini sekaligus menjadi sinyal agar pelaksanaan program tidak berhenti pada dokumen perencanaan.
“Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, seluruh program harus benar-benar disusun secara realistis dan tepat sasaran,” ucapnya.
Sejumlah tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektor, serta konsistensi pelaksanaan di tingkat organisasi perangkat daerah. Faktor-faktor ini dinilai kerap menjadi penghambat dalam mewujudkan program prioritas.
Selain itu, sinkronisasi antara kebijakan pemerintah daerah dan usulan masyarakat juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga. Tanpa koordinasi yang kuat, program berisiko tidak berjalan optimal di lapangan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis 20 program prioritas dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Fokus pada sektor nelayan, tani, dan ternak diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat disiplin pelaksanaan dan pengawasan program. Dengan demikian, kebijakan yang telah dirancang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....