Puskesmas Ndona Masih Terbatas Peralatan Medis dan Tenaga Dokter

  • 26 Mar 2026 16:10 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Kabupaten Ende membangun Puskesmas Ndona sebagai langkah strategis mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas ini menyasar warga di wilayah ibu kota Kecamatan Ndona yang selama ini membutuhkan layanan lebih cepat.

Pembangunan puskesmas tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kehadiran Puskesmas Ndona diharapkan mampu mengurai beban pelayanan di fasilitas kesehatan lain. Selain itu, proses penanganan pasien diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.

Koordinator Puskesmas Ndona, Seravinus Sage atau Rafi, kepada RRI pada Kamis 26 Maret 2026 mengungkapkan masih terdapat sejumlah kekurangan. Ia menyebut keterbatasan peralatan medis, tenaga dokter, mobiler, hingga alat tulis kantor masih menjadi kendala operasional.

Menurut Rafi, sebagian perlengkapan dasar saat ini masih berasal dari sumbangan para petugas. Kondisi tersebut membuat operasional berjalan dengan keterbatasan, meski pelayanan tetap diupayakan optimal.

Kendati demikian, pihaknya tetap menunggu izin operasional resmi agar pelayanan dapat berjalan lebih maksimal. Ia memastikan layanan kesehatan tetap berlangsung sambil melakukan pembenahan secara bertahap.

Rafi juga mengakui hingga saat ini Puskesmas Ndona belum memiliki tenaga dokter. Kekurangan tenaga kesehatan lainnya turut menjadi perhatian serius yang telah diajukan ke dinas terkait.

Saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Ndona sebanyak 21 orang yang bekerja secara bergiliran selama 24 jam. Para petugas menjalankan sistem sif untuk memastikan tidak terjadi kekosongan layanan.

Namun, masih terdapat sejumlah posisi penting yang belum terisi, seperti tenaga gizi, perawat gigi, rekam medik, dan farmasi. Kekosongan ini dinilai dapat mempengaruhi kualitas pelayanan jika tidak segera dipenuhi.

Rafi berharap pemerintah segera menambah tenaga kesehatan seiring meningkatnya kunjungan pasien sejak awal peresmian. Rata-rata kunjungan pasien mencapai lebih dari 20 orang per hari, belum termasuk pasien rawat inap yang terus bertambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....