Perempuan Jadi Penjaga Roh Tradisi Semana Santa Larantuka

  • 24 Mar 2026 20:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Perempuan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Semana Santa di Larantuka setiap tahun. Peran tersebut tidak hanya terlihat dalam kegiatan luar, tetapi juga pada dimensi spiritual yang menjadi inti tradisi tersebut.

Dona F. Martina DVG, pewaris tradisi kepada RRI Ende dalam acara Pengarusutamaan Gender menjelaskan bahwa perempuan disebut sebagai penjaga roh dalam tradisi tersebut di masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai iman melalui doa dan devosi yang dilakukan secara rutin.

Perempuan terlibat aktif sejak masa prapaskah melalui kegiatan doa yang dikenal dengan istilah mengaji secara rutin. “Mengaji ini menjadi bagian penting karena perempuan menjaga doa-doa dan devosi sebagai bentuk iman,” ujarnya.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat dan Sabtu sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang perayaan Semana Santa berlangsung. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kekhidmatan umat dalam menyambut pekan suci.

Dalam praktiknya, doa-doa dipimpin oleh sosok yang disebut Mama Mestry, yakni perempuan yang dipercaya sebagai pemimpin utama dalam devosi tersebut. Sementara para anggota yang mendampingi dan melantunkan doa dikenal dengan sebutan Mama Muji, yang bersama-sama menjaga ritme doa dalam setiap pertemuan.

Mereka bahkan menghafal doa-doa dalam bahasa Portugis yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sebelumnya. Peran ini menunjukkan kedalaman penghayatan iman sekaligus komitmen dalam menjaga warisan spiritual leluhur.

Selain itu, perempuan juga dilibatkan dalam berbagai persiapan sosial seperti konsumsi dan kebutuhan lainnya selama kegiatan berlangsung. “Perempuan tidak hanya berdoa, tetapi juga terlibat dalam persiapan sosial yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” ungkap Dona.

Peran tersebut menunjukkan bahwa perempuan menjadi pilar penting dalam menjaga kesinambungan tradisi religius di Larantuka. Meski tidak selalu terlihat di garis depan, kontribusi mereka sangat menentukan keberhasilan dan kekhidmatan setiap prosesi berlangsung.

Dengan peran yang begitu besar, perempuan diharapkan terus mempertahankan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para leluhur. Upaya ini penting agar tradisi Semana Santa tetap hidup dan menjadi identitas budaya serta iman masyarakat Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....