Kegiatan Pendamping OMK Kevikepan Bajawa, Perkuat Iman dan Pelayanan Kaum Muda
- 23 Mar 2026 08:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada - Kegiatan Penguatan Kapasitas Pendamping Orang Muda Katolik (OMK) se-Kevikepan Bajawa menjadi jawaban atas kebutuhan pendampingan kaum muda di tengah dinamika zaman. Sebanyak 22 peserta dari berbagai paroki hadir pada 20–21 Maret 2026 di Mataloko dengan semangat yang sama, yakni menjadi pendamping yang sungguh hadir sebagai sahabat seperjalanan bagi OMK.
Mengusung tema “Pendamping sebagai Sahabat Sepeziarah OMK”, kegiatan ini terinspirasi dari kisah perjalanan ke Emaus dalam Injil Lukas 24:13-35. Para peserta diajak memahami bahwa pendamping bukanlah sosok yang menghakimi, melainkan pribadi yang berjalan bersama, mendengarkan, dan menuntun kaum muda menemukan kembali harapan serta iman mereka.
Materi pembinaan diperkaya oleh dua narasumber, yakni P. Occe Idaman, SVD dan Sr. Din, MSI. Keduanya menekankan pentingnya pendampingan yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada iman Katolik.
Pendamping diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi OMK untuk bertumbuh, sekaligus menuntun mereka tetap berpusat pada Kristus. Ketua Komisi Kepemudaan Kevikepan Bajawa juga menegaskan pentingnya sinergi pendamping dengan arah pastoral Gereja, termasuk mendorong OMK aktif dalam Ekaristi, pendalaman Kitab Suci, serta kegiatan rohani lainnya.
Dari proses ini diharapkan lahir generasi muda yang militan dalam iman, kreatif, dan terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Ferry Lapu, pendamping OMK dari Paroki St. Yosef Bajawa, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu kembali dengan sesama pendamping dari berbagai paroki.
Bagi Ferry, pertemuan ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan. Ia merasa terharu melihat beberapa anak muda yang dulu pernah ia dampingi, kini telah tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat dan pemimpin yang luar biasa. Baginya, itulah buah dari sebuah pendampingan yang dilakukan dengan setia. “Saya berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, setidaknya dua kali dalam setahun. Sebab para pendamping juga butuh dikuatkan, diteguhkan, dan dipersatukan dalam jejaring pelayanan yang kokoh,”kata Ferry.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ajang saling menguatkan antarpendamping. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....