Jembatan Tak Dibangun, Warga Talibura Terisolasi Bertahun-Tahun

  • 19 Mar 2026 20:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Warga Desa Ojang dan Desa Waipaar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, hingga 2026 masih hidup dalam keterisolasian akibat belum adanya jembatan penghubung antardesa. Kondisi ini semakin parah setiap musim hujan ketika sungai meluap dan memutus akses utama warga.

Akibatnya, anak-anak dari kedua desa kerap tidak dapat bersekolah di SDN Kolit, Desa Ojang, karena akses yang tidak memungkinkan untuk dilalui. Selain itu, warga juga kesulitan menjangkau layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Kepala Desa Ojang, Petrus Pade, S.Sos, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan telah berulang kali disampaikan melalui berbagai forum resmi. Mulai dari Musrenbang desa hingga tingkat kabupaten, bahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan DPRD, namun belum membuahkan hasil.

Menurut Petrus, alasan klasik keterbatasan anggaran selalu menjadi penghambat utama realisasi pembangunan tersebut. Ia menilai kondisi ini tidak lagi sekadar persoalan administratif, melainkan telah menyentuh hak dasar masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan pembangunan jembatan berdampak langsung pada keselamatan warga dan masa depan pendidikan anak-anak. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ada persoalan serius dalam penentuan prioritas pembangunan daerah.

Warga setempat juga mulai mempertanyakan efektivitas forum Musrenbang sebagai ruang partisipasi publik. Mereka menilai forum tersebut hanya bersifat formalitas tanpa tindak lanjut nyata terhadap aspirasi masyarakat.

Akibatnya, tingkat kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah terus menurun dari waktu ke waktu. Di sisi lain, risiko kecelakaan akibat derasnya arus sungai saat musim hujan tetap mengancam keselamatan warga.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Dapil III, Agustinus Adeodatus, mengakui adanya faktor kepentingan dalam penentuan prioritas pembangunan. Ia menyebut bahwa meskipun usulan masyarakat masuk dalam sistem, realisasinya kerap dipengaruhi pertimbangan lain.

Situasi ini membuat warga Desa Ojang dan Waipaar menjadi korban dari kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan mendesak. Sementara itu, harapan akan hadirnya jembatan masih menggantung di tengah ketidakpastian setiap kali musim hujan tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....