Penumpang Kapal Tewas Tenggelam usai Mandi di Pelabuhan Wae Kelambu Labuan Bajo

  • 19 Mar 2026 18:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Seorang penumpang kapal dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis siang, 19 Maret 2026.

Korban berinisial R (21) diduga tenggelam saat mandi di laut ketika kapal yang ditumpanginya tengah bersandar di dermaga sekitar pukul 13.30 WITA.

Peristiwa bermula saat Kapal Niki Mila Utama melakukan transit dalam pelayaran menuju Surabaya. Di tengah aktivitas bongkar muat, korban bersama dua rekannya, Karolus Kewa Biha (24) dan Randi (23), turun ke laut untuk mandi.

Namun sekitar pukul 14.15 WITA, korban yang sempat melompat ke air tidak kembali ke permukaan. Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di lokasi.

“Ada teman kami yang tenggelam. Dia melompat tapi tidak muncul lagi,” ujar salah satu rekan korban saat melapor.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan dari Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, dan petugas PT Pelindo segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, mengatakan korban berhasil ditemukan sekitar pukul 14.30 WITA dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Personel langsung bergerak ke lokasi. Korban berhasil diangkat dari dalam air, namun saat ditemukan sudah tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis. Tim medis sempat melakukan upaya resusitasi, namun nyawa korban tidak tertolong.

“Sekitar pukul 15.15 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” kata IPTU Abnel.

Saat ini, jenazah korban masih berada di RS Siloam Labuan Bajo sambil menunggu proses koordinasi dengan pihak keluarga untuk pemulangan ke kampung halaman.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh penumpang dan pekerja di area pelabuhan agar tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar dermaga.

“Kami mengingatkan agar tidak berenang atau melompat ke laut di area pelabuhan, terutama saat bongkar muat berlangsung, karena kondisi arus dan lingkungan bawah dermaga tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....