Ekonomi Manggarai Tumbuh Signifikan Tantangan Ketahanan Sosial Belum Teratasi
- 17 Mar 2026 20:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai tercatat cukup menggembirakan, yakni mencapai 5,09 persen. Namun, Indeks Ketahanan Sosial masih berada di kisaran 37 persen.
Hal tersebut disampaikan Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, saat secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Manggarai Tahun 2027 di Manggarai Convention Center (MCC), Ruteng, Senin, 16 Maret 2026.
Bupati Manggarai, Hery Nabit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 tercatat sebesar 18,1 persen atau sekitar 65 ribu jiwa. Karena itu, pemerintah akan memperketat pengelolaan anggaran program penanggulangan kemiskinan dan stunting agar benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga mengungkapkan capaian ekonomi Kabupaten Manggarai yang cukup menggembirakan, di mana pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,09 persen, tertinggi dalam enam tahun terakhir. “Angka 5,09 persen ini membawa optimisme karena menunjukkan bahwa mesin-mesin ekonomi kita bekerja dengan cukup baik,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh empat sektor utama, yakni konsumsi masyarakat, investasi yang didominasi sektor UMKM, belanja pemerintah daerah, serta sektor ekspor-impor. Pemerintah juga terus mendorong kemandirian pangan, termasuk produksi telur lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Manggarai juga menunjukkan peningkatan dengan capaian 70,1 atau masuk kategori tinggi, yang mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan. Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pada Indeks Ketahanan Sosial yang baru mencapai sekitar 37 persen.
Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya risiko bencana alam, khususnya tanah longsor, serta konflik sosial yang masih terjadi di masyarakat. “Kita harus jujur mengakui kelemahan yang ada agar bisa memperbaikinya. Baik pemerintah daerah, kecamatan, desa, maupun masyarakat harus lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya
Bupati juga mengingatkan pentingnya nilai kebersamaan dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Ia mengaitkan Musrenbang dengan tradisi Manggarai Lonto Leok, yakni budaya duduk bersama untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan demi kepentingan bersama.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa, lurah, dan camat yang telah menyelesaikan Musrenbang di tingkat desa dan kecamatan sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan tahun 2027.
Menurutnya, forum Musrenbang bertujuan untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah, mulai dari permasalahan utama, program kegiatan, indikator kinerja hingga lokasi pelaksanaan, sekaligus memastikan keterkaitan program daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan.” Salah satu fokusnya adalah mendorong nilai tambah produk pertanian melalui industrialisasi. “Kopi kalau diolah akan memiliki nilai tambah yang sangat besar. Dari Rp80 ribu per kilogram bisa menjadi Rp800 ribu per kilogram. Tetapi prasyaratnya adalah industrialisasi,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah terus memperjuangkan kecukupan infrastruktur listrik guna menunjang pengembangan industri pengolahan di daerah.
Menutup arahannya, Bupati Hery Nabit mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah agar tetap optimis di tengah ketidakpastian global dan nasional. “Ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti merencanakan. Kita tetap harus merencanakan dengan berbagai skenario dan menentukan prioritas yang tepat,” ujar Bupati.
Musrenbang RKPD ini diharapkan menghasilkan kesepakatan prioritas pembangunan Kabupaten Manggarai tahun 2027 yang lebih fokus, realistis, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....