Tradisi Melasti Warnai Persiapan Hari Raya Nyepi di Ende
- 17 Mar 2026 17:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Umat Hindu di Kabupaten Ende melaksanakan upacara Melasti , sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi di Pantai Beta Beach Ende pada hari Selasa, 17 Maret 2026.
Ketua Peguyuban Hari Raya Nyepi, Iptu I Gede Wisna, saat diwawancarai RRI Ende menjelaskan bahwa kegiatan Melasti merupakan ritual pengambilan air suci yang digunakan untuk penyucian perlengkapan upacara.
“Kegiatan hari ini kita mengambil air suci untuk pencucian atau pembersihan alat-alat dan perlengkapan upacara yang akan digunakan besok,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan upacara di Pura Mahadewi, yang meliputi penyucian sarana persembahan sebelum pelaksanaan Nyepi.
Menurutnya, tradisi ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selama kurang lebih 25 tahun dirinya berada di Ende, kegiatan tersebut tidak pernah terlewatkan karena merupakan bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Saka.
“Ini dilaksanakan setiap tahun karena merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi,” ujarnya.
Dalam komunitas Hindu di Ende, ia juga dipercaya sebagai kelian banjar, yakni pemimpin kelompok banjar yang menjadi wadah berkumpulnya umat Hindu dari berbagai daerah seperti Bali, Jawa, dan Kalimantan yang merantau di wilayah tersebut.
“Banjar ini menjadi tempat kita berkumpul dan mempererat kebersamaan umat Hindu di perantauan,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, ia memastikan tidak ada kendala berarti karena seluruh persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya melalui gotong royong umat.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak hari Minggu, umat bersama-sama menyiapkan perlengkapan sesajian untuk kegiatan hari ini dan besok,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh umat Hindu dan masyarakat di Kabupaten Ende senantiasa hidup dalam keadaan sehat, rukun, dan damai.
“Kami berharap semua umat selalu sehat, serta seluruh masyarakat tetap hidup rukun, damai, dan saling menghormati,” ujarnya.
Menurutnya, semangat toleransi antarumat beragama sangat penting untuk terus dijaga, terlebih Kabupaten Ende dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Dengan saling menghormati, kita bisa hidup berdampingan dan menjaga kebersamaan serta kekeluargaan di daerah ini,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....