Dari Bencana, Anak Muda Lembata Bangun Sekolah Kehidupan

  • 17 Mar 2026 00:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dari sisa-sisa bencana yang melanda Lembata pada 2021, sekelompok anak muda memilih tidak hanya bertahan, tetapi bangkit dan bergerak bersama.

Mereka membentuk komunitas Tanata Tawa, sebuah ruang belajar sekaligus gerakan sosial yang kini menjadi harapan baru bagi anak-anak dan masyarakat di wilayah tersebut.

Komunitas ini lahir di tengah keterbatasan, ketika para anggotanya masih berada di pengungsian. Saat itu, akses pendidikan terganggu akibat bencana dan pandemi.

Alih-alih menunggu bantuan, mereka mulai mengorganisir kegiatan belajar sederhana bagi anak-anak yang terdampak.

Ketua komunitas Tanata Tawa, Bernadete Deram, mengatakan gerakan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi pascabencana.

“Kami membangun ruang belajar bersama atau sekolah kehidupan agar anak-anak bisa belajar tentang lingkungan, pertanian, dan solidaritas,” ujarnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Tidak hanya fokus pada pendidikan, Tanata Tawa juga mengembangkan berbagai kegiatan sosial lain, mulai dari trauma healing bagi anak-anak hingga penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas.

Di bidang pertanian, komunitas ini mendorong pelestarian benih lokal agar petani tidak bergantung pada benih dari luar daerah.

Mereka juga membangun kebun contoh sebagai ruang belajar bersama masyarakat.

Di lahan yang sebelumnya tandus, anggota komunitas mencoba menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan kompos, pengelolaan air hujan, serta tanpa penggunaan bahan kimia.

Selain itu, mereka juga membangun hunian sederhana secara gotong royong menggunakan bahan lokal sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Upaya tersebut perlahan mulai membuahkan hasil.

Kegiatan Tanata Tawa mendapat respons positif dari masyarakat, bahkan menarik perhatian berbagai lembaga dan pemerintah daerah yang datang untuk belajar langsung dari praktik yang dilakukan komunitas ini.

Dari Lembata, Tanata Tawa menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik, tetapi juga membangun harapan, pengetahuan, dan solidaritas.

Ke depan, komunitas Tanata Tawa berharap semakin banyak anak muda tertarik terjun ke sektor pertanian dan menjaga lingkungan. Mereka juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin belajar bersama tentang pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....