Aipda Arkadius Modestus Arno Berlutut Demi Redam Konflik Warga

  • 16 Mar 2026 17:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Di tengah ketegangan yang nyaris memuncak konflik sengketa tanah ulayat antara warga Gendang Bung Kaca dan Gendang Bung Leko, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin 16 Maret 2026 seorang anggota polisi memilih cara yang tidak biasa.

Alih-alih meninggikan suara atau menggunakan tindakan represif, ia justru menundukkan diri di hadapan dua kelompok warga yang sedang bersitegang. Sosok itu adalah Aipda Arkadius Modestus Arno, Bhabinkamtibmas di Kecamatan Ruteng.

Dengan seragam polisi yang tampak sedikit pudar oleh waktu dan tugas yang panjang di lapangan, ia berlutut di tengah jalan, tepat di hadapan massa dari dua kampung yang terlibat sengketa tanah ulayat.

Di saat sebagian warga memegang kayu dan suasana mulai memanas, Arkadius memilih bersujud dan memohon agar kedua kelompok warga menahan diri. Tangannya terangkat, suaranya memohon dengan nada yang tidak menunjukkan kuasa, melainkan kepedulian.

Ia meminta warga untuk tidak saling menyerang, tidak terpancing emosi, dan mengingat bahwa konflik hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.

Tindakan itu bukan sekadar gestur dramatis. Bagi Arkadius, menjaga keamanan bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Di tengah kerumunan yang tegang, sikap rendah hati itu perlahan meredam emosi warga.

Pemandangan seorang polisi yang berlutut di tengah massa menjadi simbol sederhana bahwa perdamaian terkadang lahir dari kerendahan hati. Sebuah momen yang menunjukkan bahwa pendekatan manusiawi memiliki kekuatan untuk menghentikan konflik yang nyaris pecah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....