Gubernur NTT Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian

  • 14 Mar 2026 13:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong pemanfaatan lahan tidur serta penguatan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi meningkatkan produksi dan nilai tambah komoditas di Nusa Tenggara Timur. Arahan tersebut disampaikan saat pertemuan virtual bersama petani milenial alumni Arava International Agricultural Training Center (AICAT) Israel di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam pertemuan itu, Melki menilai NTT masih memiliki potensi lahan yang luas namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap pengalaman teknologi pertanian modern yang diperoleh para alumni AICAT selama pelatihan di Israel dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang didorong pemerintah pusat.

Menurut Melki, sejumlah komoditas strategis seperti padi, jagung, bawang putih, jahe, dan asam perlu terus ditingkatkan produksinya. Selain peningkatan kuantitas, ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas hasil pertanian agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar. Evaluasi terhadap produksi yang sudah berjalan juga perlu dilakukan untuk memastikan hasil yang dicapai telah optimal.

Gubernur juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk pertanian agar petani memperoleh nilai tambah. Ia menilai pola pertanian yang selama ini hanya sebatas tanam, panen, lalu langsung dijual harus diubah menjadi sistem yang lebih bernilai, yaitu tanam, panen, olah, kemas, dan kemudian dipasarkan. Dengan pengolahan dan pengemasan yang baik, produk pertanian seperti beras maupun komoditas lainnya dapat memiliki harga jual yang lebih tinggi.

Dalam dialog tersebut, para alumni AICAT juga menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan air untuk hortikultura di Kabupaten Timor Tengah Utara hingga fluktuasi harga komoditas kakao dan kopi di Kabupaten Ende. Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan pemerintah provinsi akan fokus membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, termasuk memanfaatkan lahan milik pemerintah, sekolah, serta lembaga keagamaan agar tidak ada lagi lahan yang dibiarkan tidak produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....